Pembicaraan Gencatan Senjata Gaza Mandek, Israel dan Hamas Saling Menyalahkan
Nabil
Senin, 14 Juli 2025 - 06:55 WIB
Pembicaraan Gencatan Senjata Gaza Mandek, Israel dan Hamas Saling Menyalahkan
LANGIT7.ID-Jakarta;Israel dan Hamas kembali saling tuding pada Sabtu (12/7), menyusul belum tercapainya kesepakatan gencatan senjata di Gaza, meski pembicaraan tak langsung antara kedua pihak sudah berjalan hampir seminggu.
Seorang sumber Palestina yang mengetahui isi diskusi di Qatar mengatakan bahwa rencana Israel untuk tetap mempertahankan pasukannya di Gaza menjadi penghambat tercapainya kesepakatan jeda pertempuran selama 60 hari.
Namun dari pihak Israel, seorang pejabat politik senior menyebut bahwa justru Hamas yang bersikap keras kepala dan sengaja menggagalkan upaya damai tersebut.
Sementara itu di lapangan, Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa lebih dari 20 orang tewas di berbagai wilayah Gaza pada Sabtu, termasuk dalam serangan udara tengah malam di kawasan yang menjadi tempat pengungsian warga sipil.
“Waktu kami tidur, tiba-tiba ada ledakan... tempat dua anak laki-laki, satu anak perempuan, dan ibu mereka sedang tinggal,” kata Bassam Hamdan kepada AFP setelah serangan itu di Gaza City.
“Kami menemukan mereka sudah hancur, potongan tubuh mereka terpencar-pencar,” lanjutnya.
Di Gaza selatan, jenazah-jenazah dibungkus plastik putih dan dibawa ke Rumah Sakit Al-Nasser di Khan Younis. Sementara warga yang terluka di Rafah dibawa menggunakan gerobak keledai, tandu, atau digendong ke fasilitas medis.
Seorang sumber Palestina yang mengetahui isi diskusi di Qatar mengatakan bahwa rencana Israel untuk tetap mempertahankan pasukannya di Gaza menjadi penghambat tercapainya kesepakatan jeda pertempuran selama 60 hari.
Namun dari pihak Israel, seorang pejabat politik senior menyebut bahwa justru Hamas yang bersikap keras kepala dan sengaja menggagalkan upaya damai tersebut.
Sementara itu di lapangan, Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa lebih dari 20 orang tewas di berbagai wilayah Gaza pada Sabtu, termasuk dalam serangan udara tengah malam di kawasan yang menjadi tempat pengungsian warga sipil.
“Waktu kami tidur, tiba-tiba ada ledakan... tempat dua anak laki-laki, satu anak perempuan, dan ibu mereka sedang tinggal,” kata Bassam Hamdan kepada AFP setelah serangan itu di Gaza City.
“Kami menemukan mereka sudah hancur, potongan tubuh mereka terpencar-pencar,” lanjutnya.
Di Gaza selatan, jenazah-jenazah dibungkus plastik putih dan dibawa ke Rumah Sakit Al-Nasser di Khan Younis. Sementara warga yang terluka di Rafah dibawa menggunakan gerobak keledai, tandu, atau digendong ke fasilitas medis.