Tak Hanya Dioplos, Harga Beras dan Berat Kemasan Pun Dimanipulasi
Lusi mahgriefie
Kamis, 17 Juli 2025 - 11:30 WIB
Ilustrasi: ist
Praktik curang terkait beras oplosan ternyata memiliki modus yang lebih luas lagi. Selain dioplos, yaitu dengan menaikkan harga dari yang seharusnya, serta berat yang kurang dari seharusnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah mengungkapkan temuan mencengangkan di lapangan terkait beras oplosan. Bersama Satgas Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) menemukan 212 merek beras yang tidak sesuai standar, dan diduga dioplos antara beras medium dan premium.
Atas tindakan tersebut, Mentan Amran menegaskan tidak akan mentolerir tindakan curang ini karena telah mempermainkan rakyat.
"Kami tidak akan mentolerir praktik curang seperti ini. Jangan permainkan rakyat dengan mengoplos beras dan menjualnya dengan harga premium. Ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga moral," tegas Mentan Amran kepada wartawan.
Begitu juga soal harga beras yang menurutnya telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan pemerintah.
Amran menekankan bahwa tidak ada alasan logis bagi harga beras berada di atas HET, mengingat kondisi produksi dan stok nasional dalam kondisi sangat baik.
Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional periode Januari-Agustus 2025 akan mencapai 24,97 juta ton, atau naik 14,09 persen dibanding periode sama 2024 yang sebesar 21,88 juta ton.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah mengungkapkan temuan mencengangkan di lapangan terkait beras oplosan. Bersama Satgas Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) menemukan 212 merek beras yang tidak sesuai standar, dan diduga dioplos antara beras medium dan premium.
Atas tindakan tersebut, Mentan Amran menegaskan tidak akan mentolerir tindakan curang ini karena telah mempermainkan rakyat.
"Kami tidak akan mentolerir praktik curang seperti ini. Jangan permainkan rakyat dengan mengoplos beras dan menjualnya dengan harga premium. Ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga moral," tegas Mentan Amran kepada wartawan.
Begitu juga soal harga beras yang menurutnya telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan pemerintah.
Amran menekankan bahwa tidak ada alasan logis bagi harga beras berada di atas HET, mengingat kondisi produksi dan stok nasional dalam kondisi sangat baik.
Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional periode Januari-Agustus 2025 akan mencapai 24,97 juta ton, atau naik 14,09 persen dibanding periode sama 2024 yang sebesar 21,88 juta ton.