home edukasi & pesantren

Islam Ala Prabowo: Pandangan Orang Terdekatnya dan Dari Kacamata Alumni Al-Azhar Kairo (6)

Sabtu, 19 Juli 2025 - 11:02 WIB
Islam Ala Prabowo: Pandangan Orang Terdekatnya dan Dari Kacamata Alumni Al-Azhar Kairo (6)
LANGIT7.ID-Dr H.TGB Muhammad Zainul Majdi adalah alumni Al-Azhar pilihan dan yang dibanggakan oleh almamaternya. Dengan kemampuan keilmuan ke Islamannya yang tinggi, keberadaannya selalu dibutuhkan untuk memberikan pencerahan. Seperti dalam buku Islam Ala Prabowo, TGB adalah termasuk "orang luar" yang terpilih untuk memberikan perspektif ke Islaman Presiden Prabowo. Ia terpilih karena keilmuan ke Islamannya yang sangat otoritatif. Meskipun TGB melihat dengan kacamata dari luar, namun otoritatif keilmuannya bisa menembus ke dalam pribadi Presiden Prabowo sehingga melahirkan pandangan-pandangan yang jernih dan secara konklusif bisa memotret dengan utuh seperti apa ke Islaman Presiden Prabowo.

TGB dengan kacamata jernihnya melihat Presiden Prabowo diilustrasikan sebagai pemimpin yang sangat strategik. Seperti di awal menjabat, Presiden memilih melakukan kunjungan kenegaraannya ke Mesir. Keputusan ini dilihat TGB sebagai pemimpin yang sangat memahami sejarah, karena memang negara piramid ini adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Di sisi lain, TGB melihat pilihan pertama mengunjungi Mesir karena Presiden Prabowo ingin menjadikan Indonesia sebagai negara yang sangat serius untuk meneguhkan posisinya sebagai pemimpin dunia Islam. Ini disebabkan Mesir dan Al-Azhar sebagai otoritas keilmuan Islam Sunni teringgi dalam dunia Islam.

TGB melihat fakta tersebut, Indonesia di bawah nahkoda Presiden Prabowo memiliki keseriusan yang kuat untuk memimpin negara-negara Islam agar menjadi negara maju. Bagi TGB, langkah yang diambil Presiden Prabowo dinilai sangat bagus, karena Al-Azhar akan semakin memandang positif kepada Indonesia.

Baca juga: Islam Ala Prabowo: Pandangan Orang Terdekatnya dan Dari Kacamata Alumni Al-Azhar Kairo (5)

Maka, TGB mempunyai penilaian yang sangat bagus karena Presiden Prabowo telah memiliki pengertian Islam sebagai ajaran maupun gerakan. Dalam kontek ajaran, TGB melihat di awal pemerintahannya Presiden Prabowo mampu menyerap beberapa nilai Islam yang sangat penting.

Pertama, adalah al-ishlah, yaitu menghilangkan permusuhan, menciptakan budaya damai, dan bekerjasama untuk masa depan. Kedua, adalah nilai nushratul mustadh'afin, yaitu memberikan pemihakan kepada yang lemah.. Kita melihat bahasa Presiden komitmen terkait program makan bergizi itu di belakangnya terdapat nilai keberpihakan kepada yang lemah. Karena faktanya kelompok masyarakat di bawah faktanya belum bisa menyiapkan makanan yang baik untuk anak-anaknya di usia sekolah. Padahal usia sekolah itu adala usia pembentukan otak yang akan mempengaruhi pembentukan karakter.

Selain itu, TGB juga melihat bahwa Presiden Prabowo telah berusaha secara sungguh sungguh mencari titik keadilan dalam kebijakan.. Kita melihat wacana kenaikan PPN sebesar 12% adalah upaya Presiden untuk mencari titik di mana kebijakan itu tidak menyebabkan beban yang tidak boleh dibebani dan harus ditolong.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya