UM Papua Barat Resmi Berdiri, Muhammadiyah Tegaskan Hadir untuk Semua Anak Bangsa
Tim langit 7
Sabtu, 19 Juli 2025 - 12:31 WIB
UM Papua Barat Resmi Berdiri, Muhammadiyah Tegaskan Hadir untuk Semua Anak Bangsa
LANGIT7.ID–Jakarta; Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UM Papua Barat) resmi berdiri sebagai transformasi dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah (STKIPM) Manokwari. Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Irwan Akib, menegaskan bahwa kehadiran kampus ini tidak semata-mata untuk kepentingan internal Muhammadiyah, melainkan untuk seluruh elemen bangsa.
“UM Papua Barat harus hadir sebagai kampus yang mencerahkan dan mencerdaskan generasi muda, khususnya di kawasan timur Indonesia. Ini adalah bukti nyata bahwa Muhammadiyah hadir untuk negeri ini,” tandasnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (19/7/2025).
Irwan menyatakan bahwa kampus ini didirikan untuk semua anak bangsa tanpa membedakan latar belakang apa pun, baik sosial, ekonomi, suku, maupun agama.
“UM Papua Barat harus benar-benar hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat, menjadi barometer kemajuan pendidikan di Papua Barat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa alih status kampus bukan akhir dari perjuangan, melainkan titik awal dari jalan panjang yang penuh tantangan.
“Tantangan ke depan akan semakin kompleks. Maka dibutuhkan kerja ekstra, kerja yang sistematis dan terencana,” ucap Irwan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa syukur atas perubahan status ini sebagai capaian bersejarah.
“UM Papua Barat harus hadir sebagai kampus yang mencerahkan dan mencerdaskan generasi muda, khususnya di kawasan timur Indonesia. Ini adalah bukti nyata bahwa Muhammadiyah hadir untuk negeri ini,” tandasnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (19/7/2025).
Irwan menyatakan bahwa kampus ini didirikan untuk semua anak bangsa tanpa membedakan latar belakang apa pun, baik sosial, ekonomi, suku, maupun agama.
“UM Papua Barat harus benar-benar hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat, menjadi barometer kemajuan pendidikan di Papua Barat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa alih status kampus bukan akhir dari perjuangan, melainkan titik awal dari jalan panjang yang penuh tantangan.
“Tantangan ke depan akan semakin kompleks. Maka dibutuhkan kerja ekstra, kerja yang sistematis dan terencana,” ucap Irwan.
Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa syukur atas perubahan status ini sebagai capaian bersejarah.