Fadli Zon Buka Pameran 200 Tahun Perang Jawa, Refleksi Perjuangan Diponegoro Bangkitkan Jati Diri Bangsa
Tim langit 7
Senin, 21 Juli 2025 - 09:43 WIB
Fadli Zon Buka Pameran 200 Tahun Perang Jawa, Refleksi Perjuangan Diponegoro Bangkitkan Jati Diri Bangsa
LANGIT7.ID–Jakarta;Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mewakili Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi membuka Pameran 200 Tahun Perang Jawa di Perpustakaan Nasional, Jakarta. Pada kesempatan tersebut, Menbud menyampaikan Pidato Kebudayaan berjudul “Menemukan Jati Diri Bangsa Melalui Refleksi Kejuangan Pangeran Diponegoro”.
Pameran yang digelar hingga 20 Agustus 2025 mendatang ini diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) sebagai wujud nyata dalam membangun ingatan kolektif bangsa mengenai perang Jawa yang dipimpin oleh Pangeran Diponogero pada tahun 1825-1830. Peringatan ini mengajak publik untuk mengenal dan mengapresiasi pemikiran, sikap, serta nilai-nilai suri teladan dari perjuangan Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajahan kolonial Belanda yang relevan dengan identitas Keindonesiaan.
Dalam pidatonya, Menbud Fadli menekankan pentingnya peringatan ini sebagai momentum refleksi terhadap peristiwa Perang Jawa yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro mengenai perjuangan mempertahankan jati diri bangsa.
"Perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia tidak dibangun dalam sebuah kenyamanan, tetapi dalam perlawanan menentang penjajahan dan kolonialisme. Ia tumbuh dari sebuah semangat rela berkorban, cinta tanah air, keberanian, dan prinsip yang tak bisa dibeli atau ditundukkan, sebagaimana jati diri Pangeran Diponegoro," ujarnya di hadapan para tamu undangan.
Dirinya menambahkan bahwa semangat perjuangan Pangeran Diponegoro menembus zaman dan menginspirasi lintas generasi hingga kini.
"Keberanian dan keteguhannya dalam melawan penindasan kolonial menjadi inspirasi abadi bagi generasi-generasi berikutnya. Dalam pengorbanannya, kita menemukan makna tentang harga diri, prinsip, dan tekad yang tak tergoyahkan," ucap Menbud.
Pada kesempatan ini, sebagai salah satu momentum peringatan 200 Tahun Perang Jawa, Menbud Fadli juga menyampaikan rencana Kementerian Kebudayaan yang akan menyelenggarakan sebuah pameran lukisan bertajuk “NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro” yang akan diselenggarakan pada Senin (21/7) di Galeri Nasional Indonesia.
Pameran yang digelar hingga 20 Agustus 2025 mendatang ini diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) sebagai wujud nyata dalam membangun ingatan kolektif bangsa mengenai perang Jawa yang dipimpin oleh Pangeran Diponogero pada tahun 1825-1830. Peringatan ini mengajak publik untuk mengenal dan mengapresiasi pemikiran, sikap, serta nilai-nilai suri teladan dari perjuangan Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajahan kolonial Belanda yang relevan dengan identitas Keindonesiaan.
Dalam pidatonya, Menbud Fadli menekankan pentingnya peringatan ini sebagai momentum refleksi terhadap peristiwa Perang Jawa yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro mengenai perjuangan mempertahankan jati diri bangsa.
"Perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia tidak dibangun dalam sebuah kenyamanan, tetapi dalam perlawanan menentang penjajahan dan kolonialisme. Ia tumbuh dari sebuah semangat rela berkorban, cinta tanah air, keberanian, dan prinsip yang tak bisa dibeli atau ditundukkan, sebagaimana jati diri Pangeran Diponegoro," ujarnya di hadapan para tamu undangan.
Dirinya menambahkan bahwa semangat perjuangan Pangeran Diponegoro menembus zaman dan menginspirasi lintas generasi hingga kini.
"Keberanian dan keteguhannya dalam melawan penindasan kolonial menjadi inspirasi abadi bagi generasi-generasi berikutnya. Dalam pengorbanannya, kita menemukan makna tentang harga diri, prinsip, dan tekad yang tak tergoyahkan," ucap Menbud.
Pada kesempatan ini, sebagai salah satu momentum peringatan 200 Tahun Perang Jawa, Menbud Fadli juga menyampaikan rencana Kementerian Kebudayaan yang akan menyelenggarakan sebuah pameran lukisan bertajuk “NYALA: 200 Tahun Perang Diponegoro” yang akan diselenggarakan pada Senin (21/7) di Galeri Nasional Indonesia.