home edukasi & pesantren

Yordania Buka Akses Beasiswa dan Pelatihan Setara untuk Mahasiswa Indonesia

Selasa, 22 Juli 2025 - 10:30 WIB
Yordania Buka Akses Beasiswa dan Pelatihan Setara untuk Mahasiswa Indonesia
LANGIT7.ID–Jakarta; Komitmen Kerajaan Yordania dalam memberikan perlakuan setara bagi mahasiswa internasional mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia. Dalam kunjungan kehormatan Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Abdel Qader Al Omoush, ke Kantor Kementerian Agama RI pada Senin (21/7), Pemerintah Yordania menyatakan tidak ada perbedaan perlakuan antara mahasiswa lokal dan asing, termasuk dalam akses beasiswa.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Dubes Sudqi kepada Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta. Ia menegaskan bahwa mahasiswa Indonesia akan menerima fasilitas dan kesempatan yang sama seperti mahasiswa asal Yordania.

“Tidak ada perbedaan fasilitas antara mahasiswa Yordania dan mahasiswa asing, termasuk dalam hal beasiswa. Semua diperlakukan sama,” tegas Dubes Sudqi dalam keterangannya, dikutip Selasa (22/7/2025).

Pernyataan tersebut disambut positif oleh Menag yang menyatakan bahwa kesempatan ini dapat membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia. Dalam pertemuan itu, Menag juga menyampaikan minat besar dari pihak Indonesia untuk menjalin hubungan yang lebih intensif dalam bidang pendidikan, terutama melalui program beasiswa dan pelatihan akademik.

“Saya ingin mengetahui lebih lanjut terkait peluang beasiswa bagi mahasiswa internasional, khususnya dari Indonesia. Juga, kami ingin mendapat gambaran umum tentang biaya hidup dan akses pendidikan di Yordania, karena itu menjadi pertimbangan penting bagi calon mahasiswa kami,” kata Menag.

Tidak hanya fokus pada pendidikan formal, pertemuan ini juga membuka pembahasan lebih lanjut mengenai peluang kerja sama dalam program magang dan pelatihan singkat. Menurut Menag, skema seperti ini akan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa, guru, dan para pemuka agama, terutama dalam memperkaya pemahaman lintas budaya serta meningkatkan kualitas akademik.

“Mungkin juga dapat dibuka peluang kursus singkat bagi guru, mahasiswa, atau imam dalam bidang-bidang tertentu seperti bahasa dan budaya,” imbuh Menag.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya