home edukasi & pesantren

Kemenag Bongkar Banyak Beasiswa Luar Negeri Masih Belum Dimanfaatkan PTKN

Kamis, 24 Juli 2025 - 19:31 WIB
Kemenag Bongkar Banyak Beasiswa Luar Negeri Masih Belum Dimanfaatkan PTKN
LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Agama terus memperkuat langkah transformasi sumber daya manusia Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) melalui pemanfaatan kerja sama luar negeri. Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri (HKLN), Imam Syaukani, menegaskan bahwa kerja sama internasional tidak cukup hanya dituangkan dalam nota kesepahaman, melainkan perlu ditindaklanjuti secara konkret untuk memberi dampak nyata bagi kampus.

Pernyataan ini disampaikan dalam Workshop Pemanfaatan Kerja Sama Luar Negeri dalam Rangka Pengembangan SDM Kementerian Agama yang berlangsung di Gedung Rektorat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (23/7). Kegiatan tersebut menghadirkan para perwakilan PTKN dari berbagai daerah, pejabat eselon I Kemenag, serta unsur pimpinan UIN Jakarta.

“Masih banyak peluang kerja sama luar negeri seperti beasiswa, pelatihan, dan program kelembagaan yang belum digarap optimal oleh PTKN,” ujar Imam dalam keterangannya, Kamis (24/7/2025).

Menurutnya, inisiatif kampus sangat diperlukan untuk membangun program-program berkelanjutan, baik untuk dosen, mahasiswa, maupun tenaga kependidikan. Ia mendorong agar setiap kerja sama dapat memberikan nilai tambah bagi peningkatan mutu institusi pendidikan keagamaan.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Tim Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Agama, Khoirul Huda Basyir, serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Jakarta, Ali Munhanif. Sejumlah narasumber lintas kementerian dan lembaga juga memberikan paparan tentang ragam peluang yang bisa dimanfaatkan oleh PTKN.

Dalam sesi pertama, Ahrul Tsani Fathurrahman dari Kementerian Luar Negeri menyampaikan besarnya potensi kerja sama dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah. Ia menekankan pentingnya komunikasi aktif kampus dengan perwakilan diplomatik di Jakarta.

“MoU antara Kemenag dan Yordania yang diteken April lalu harus dilanjutkan dengan program nyata. Kedutaan besar negara Timur Tengah terbuka untuk kolaborasi yang menguntungkan,” kata Ahrul.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya