home global news

Yang Baru Dari Presiden Prabowo: Program Rumah Subsidi Untuk Dai, Guru Ngaji dan Aktivis di Bawah MUI

Senin, 28 Juli 2025 - 12:38 WIB
Yang Baru Dari Presiden Prabowo: Program Rumah Subsidi Untuk Dai, Guru Ngaji dan Aktivis di Bawah MUI
LANGIT7.ID-Jakarta; Pemerintahan Presiden Prabowo baru saja menggulirkan gagasan menarik tentang perumahan syariah. Melalui kolaborasi Kementerian Perumahan, BP Tapera, dan BTN meluncurkan inisiatif baru berupa pembiayaan rumah subsidi syariah untuk kalangan dai, guru ngaji, aktivis Islam, dan pegawai ormas Islam yang tergabung dalam MUI. Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan hunian, tetapi juga dianggap sebagai bentuk ibadah dan amal jariyah.

Peluncuran program ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Ketua Umum MUI K.H. M. Anwar Iskandar, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, dan Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (26/7/2025). Nixon menegaskan komitmen BTN dalam mendukung Program Perumahan Nasional. "Kami berharap para tokoh dan penggerak umat Islam di seluruh Indonesia dapat memiliki hunian layak dengan skema yang nyaman di hati," ujarnya.

Target program ini adalah pembangunan 5.000 unit rumah syariah pada 2025. Selain itu, BTN juga akan memberikan layanan perbankan tambahan untuk mendukung operasional MUI.

Menteri Perumahan Maruarar Sirait menyebutkan, tahun ini pemerintah mengalokasikan subsidi perumahan terbanyak sepanjang sejarah, yakni 350 ribu unit, dengan BTN sebagai penyumbang terbesar (220 ribu unit). "BTN paling serius dalam mendukung program perumahan rakyat," tegasnya.

Dari perspektif keagamaan, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Ma'ruf Amin menyambut baik program ini. "Memberikan kemudahan untuk mendapatkan rumah adalah bagian dari perintah agama," katanya. Sementara K.H. Anwar Iskandar menekankan manfaat jangka panjang program ini. "Marilah kita sama-sama menanam sesuatu yang bermanfaat untuk generasi mendatang," ajaknya.

Di sisi kinerja, BTN Syariah mencatatkan penyaluran pembiayaan perumahan subsidi sebesar Rp28,5 triliun hingga Maret 2025, tumbuh 16,3% secara tahunan. Total penyaluran pembiayaan BTN Syariah mencapai Rp46,26 triliun, naik 18,2% year-on-year.

Program ini tidak hanya menjadi solusi kebutuhan perumahan, tetapi juga dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran tokoh agama melalui dukungan konkret pemerintah.(*/saf)
(lam)
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya