Diskusi Buku Sejarah Indonesia Digelar di UNP, Fadli Zon: Sejarah Jadi Alat Pemersatu Bangsa
Tim langit 7
Kamis, 31 Juli 2025 - 16:20 WIB
Diskusi Buku Sejarah Indonesia Digelar di UNP, Fadli Zon: Sejarah Jadi Alat Pemersatu Bangsa
LANGIT7.ID-Padang;Dalam rangka menjaring kritik dan masukan substantif dari pemangku kepentingan, Kementerian Kebudayaan kembali menggelar Diskusi Publik Draf Penulisan Buku Sejarah Indonesia, yang kali ini bertempat di Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatra Barat. Padang menjadi kota ketiga pelaksanaan diskusi publik yang sebelumnya digelar di Universitas Indonesia, Depok (25/7) dan Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin (28/7).
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam video sambutannya mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan sebagai respon atas keinginan publik berkontribusi, berpartisipasi dalam penguatan historiografi Indonesia.
“Di era keterbukaan dan demokrasi yang dijunjung tinggi ini, Kementerian Kebudayaan berupaya semaksimal mungkin menghadirkan sebuah tulisan sejarah yang merespons kebutuhan strategis dalam konteks memutakhirkan narasi sejarah kebangsaan,” ungkap Menteri Fadli dalam keterangannya, Kamis (31/7/2025).
Lebih lanjut Menteri Fadli menyebut bahwa di tengah ekspansi globalisasi, ancaman disintegrasi sosial dan polarisasi politik yang melemahkan semangat kebangsaan, terutama di kalangan generasi muda, sejarah dapat menjadi alat pemersatu bangsa.
“Karena itulah penulisan sejarah Indonesia ini ditulis oleh para sejarawan yang memang profesional di bidangnya masing-masing. Para sejarawan diberikan kebebasan untuk melakukan studi, riset dan juga berbagai penelitian yang selama ini juga sudah dilakukan sesuai dengan topik dan tema yang dikaji,” lanjut Menteri Kebudayaan.
Selaku tuan rumah, Rektor UNP, Dr. Ir. Krismadinata, menyatakan dukungan sekaligus harapannya agar penulisan sejarah Indonesia ditulis secara menyeluruh dengan memperhatikan peristiwa-peristiwa di daerah. “Indonesia tidak hanya seputar di Pulau Jawa. Indonesia ini luas, dari Sabang sampai Merauke. Kalau bisa ditambahkan banyak proporsi untuk daerah-daerah seperti di Aceh, Sumatra Utara, Minangkabau, dan sebagainya,” ungkapnya.
Diskusi publik dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang hadir secara luring di Singgalang Grand Ballroom, Hotel and Convention UNP, di antaranya pimpinan dan perwakilan pemerintah daerah Provinsi Sumatra Barat dan Kota Padang; pimpinan dan perwakilan perguruan tinggi di Sumatra Barat, Riau, dan Jambi; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III; perwakilan organisasi profesi; komunitas; media; dan mahasiswa. Selain secara luring, kegiatan ini juga diikuti secara daring melalui zoom meeting, dan kanal Youtube Kementerian Kebudayaan dan Youtube channel Indonesiana TV.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam video sambutannya mengungkapkan kegiatan ini dilaksanakan sebagai respon atas keinginan publik berkontribusi, berpartisipasi dalam penguatan historiografi Indonesia.
“Di era keterbukaan dan demokrasi yang dijunjung tinggi ini, Kementerian Kebudayaan berupaya semaksimal mungkin menghadirkan sebuah tulisan sejarah yang merespons kebutuhan strategis dalam konteks memutakhirkan narasi sejarah kebangsaan,” ungkap Menteri Fadli dalam keterangannya, Kamis (31/7/2025).
Lebih lanjut Menteri Fadli menyebut bahwa di tengah ekspansi globalisasi, ancaman disintegrasi sosial dan polarisasi politik yang melemahkan semangat kebangsaan, terutama di kalangan generasi muda, sejarah dapat menjadi alat pemersatu bangsa.
“Karena itulah penulisan sejarah Indonesia ini ditulis oleh para sejarawan yang memang profesional di bidangnya masing-masing. Para sejarawan diberikan kebebasan untuk melakukan studi, riset dan juga berbagai penelitian yang selama ini juga sudah dilakukan sesuai dengan topik dan tema yang dikaji,” lanjut Menteri Kebudayaan.
Selaku tuan rumah, Rektor UNP, Dr. Ir. Krismadinata, menyatakan dukungan sekaligus harapannya agar penulisan sejarah Indonesia ditulis secara menyeluruh dengan memperhatikan peristiwa-peristiwa di daerah. “Indonesia tidak hanya seputar di Pulau Jawa. Indonesia ini luas, dari Sabang sampai Merauke. Kalau bisa ditambahkan banyak proporsi untuk daerah-daerah seperti di Aceh, Sumatra Utara, Minangkabau, dan sebagainya,” ungkapnya.
Diskusi publik dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang hadir secara luring di Singgalang Grand Ballroom, Hotel and Convention UNP, di antaranya pimpinan dan perwakilan pemerintah daerah Provinsi Sumatra Barat dan Kota Padang; pimpinan dan perwakilan perguruan tinggi di Sumatra Barat, Riau, dan Jambi; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III; perwakilan organisasi profesi; komunitas; media; dan mahasiswa. Selain secara luring, kegiatan ini juga diikuti secara daring melalui zoom meeting, dan kanal Youtube Kementerian Kebudayaan dan Youtube channel Indonesiana TV.