Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Melonjak, OJK Dorong Sinergi Lintas Sektor Lewat SYAFIF Bandung
Tim langit 7
Ahad, 03 Agustus 2025 - 14:12 WIB
Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Melonjak, OJK Dorong Sinergi Lintas Sektor Lewat SYAFIF Bandung
LANGIT7.ID-Bandung;Peningkatan signifikan dalam literasi keuangan syariah menjadi sorotan utama dalam gelaran Syariah Financial Fair (SYAFIF) di Bandung pada 2–3 Agustus 2025. Acara yang berlangsung di Main Atrium Trans Studio Mall ini menjadi ajang penting bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mempercepat pemanfaatan keuangan syariah secara lebih luas, sekaligus memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam ekosistem keuangan syariah nasional.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan SYAFIF di dua kota sebelumnya, Tangerang dan Palembang. Di Bandung, OJK menggandeng Pelaku Usaha Jasa Keuangan Syariah (PUJK Syariah) dan Organizing Committee Orkestrasi Program Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (OC LIKS) untuk menghadirkan pameran dan aktivitas yang menyentuh langsung masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diberi ruang untuk berinteraksi langsung dengan produk dan layanan keuangan syariah secara menyenangkan dan informatif. Tidak hanya booth informasi dan layanan, SYAFIF Bandung juga diramaikan oleh talkshow interaktif, lomba anak, pentas seni, hingga pembagian doorprize.
Dalam sambutannya pada pembukaan acara, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan dukungan OJK terhadap visi pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah global, sejalan dengan pencapaian Asta Cita.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pendekatan literasi dan inklusi yang terukur dan berkelanjutan. Friderica menyebutkan bahwa agenda nasional ini juga ditopang oleh kebijakan strategis seperti penguatan kelembagaan, ekspansi ekosistem ekonomi syariah, pembangunan SDM dan riset, serta optimalisasi pemanfaatan instrumen keuangan sosial syariah.
Friderica menekankan pentingnya sinergi menyeluruh untuk menciptakan percepatan. “Tentu tantangan dalam pengembangan keuangan syariah masih ada, namun saya optimistis kita bisa menghadapinya bersama. Saya menaruh harapan besar kepada seluruh pelaku industri untuk terus mengambil peran strategis dalam memperkuat sektor ini. Ini juga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan ekonomi dan keuangan syariah dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Salah satu capaian yang menjadi kebanggaan tersendiri adalah melonjaknya tingkat literasi keuangan syariah nasional dari hanya 9 persen menjadi 43 persen. Friderica menilai capaian ini harus segera ditindaklanjuti dengan mendorong penggunaan produk dan layanan keuangan syariah yang lebih luas dan nyata di tengah masyarakat.
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pelaksanaan SYAFIF di dua kota sebelumnya, Tangerang dan Palembang. Di Bandung, OJK menggandeng Pelaku Usaha Jasa Keuangan Syariah (PUJK Syariah) dan Organizing Committee Orkestrasi Program Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (OC LIKS) untuk menghadirkan pameran dan aktivitas yang menyentuh langsung masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diberi ruang untuk berinteraksi langsung dengan produk dan layanan keuangan syariah secara menyenangkan dan informatif. Tidak hanya booth informasi dan layanan, SYAFIF Bandung juga diramaikan oleh talkshow interaktif, lomba anak, pentas seni, hingga pembagian doorprize.
Dalam sambutannya pada pembukaan acara, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan dukungan OJK terhadap visi pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah global, sejalan dengan pencapaian Asta Cita.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pendekatan literasi dan inklusi yang terukur dan berkelanjutan. Friderica menyebutkan bahwa agenda nasional ini juga ditopang oleh kebijakan strategis seperti penguatan kelembagaan, ekspansi ekosistem ekonomi syariah, pembangunan SDM dan riset, serta optimalisasi pemanfaatan instrumen keuangan sosial syariah.
Friderica menekankan pentingnya sinergi menyeluruh untuk menciptakan percepatan. “Tentu tantangan dalam pengembangan keuangan syariah masih ada, namun saya optimistis kita bisa menghadapinya bersama. Saya menaruh harapan besar kepada seluruh pelaku industri untuk terus mengambil peran strategis dalam memperkuat sektor ini. Ini juga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan ekonomi dan keuangan syariah dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Salah satu capaian yang menjadi kebanggaan tersendiri adalah melonjaknya tingkat literasi keuangan syariah nasional dari hanya 9 persen menjadi 43 persen. Friderica menilai capaian ini harus segera ditindaklanjuti dengan mendorong penggunaan produk dan layanan keuangan syariah yang lebih luas dan nyata di tengah masyarakat.