Menbud Fadli Zon: Genosida Budaya Palestina di Abad 21, Dunia Wajib Beri Sanksi Tegas Israel!
Tim langit 7
Ahad, 03 Agustus 2025 - 19:18 WIB
Menbud Fadli Zon: Genosida Budaya Palestina di Abad 21, Dunia Wajib Beri Sanksi Tegas Israel!
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, secara tegas menyampaikan dukungan penuh atas perjuangan rakyat Palestina dalam aksi damai yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) di Lapangan Monas, hari Minggu, 3 Agustus 2025.
Dalam orasinya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa sikap dan komitmen pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, akan terus mendukung penuh kemerdekaan Palestina untuk menjadi negara berdaulat. Sikap ini juga berlandaskan pada amanat konstitusi Indonesia yang menentang segala bentuk penjajahan serta penindasan di dunia.
Fadli Zon juga mengapresiasi kebijakan Menteri Luar Negeri Sugiono yang memimpin diplomasi Indonesia dengan konsistensi dalam mendukung penghentian genosida serta kekejaman yang terus berlangsung di wilayah Gaza.
“Kita tidak punya lagi kata-kata yang dapat mewakili betapa kejam dan brutalnya rezim Zionis Israel melakukan pembantaian massal terhadap rakyat Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak yang tak berdosa,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Minggu (3/8/2025).
Dia melanjutkan “Pelaparan massal dan penghancuran fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, dan tempat pengungsian yang dilakukan Zionis Israel bukan sekadar peperangan, melainkan tindakan genosida yang biadab yang sangat disayangkan terjadi di abad ke-21 ini."
“Serangan dan penghancuran yang sistematis terhadap budaya, situs bersejarah, monumen, dan pusat peradaban Palestina di Gaza bukan hanya menghancurkan fisik, tetapi juga merupakan upaya penghapusan identitas suatu bangsa dan peradaban. Ini adalah bentuk genosida budaya yang sangat kejam dan nyata di zaman modern. Termasuk di dalamnya adalah serangan brutal terhadap para budayawan, seniman, dan intelektual Palestina yang menjadi penjaga dan pewaris nilai-nilai budaya bangsa,” ujarnya.
Menteri Fadli Zon juga menegaskan bahwa negara-negara yang mendukung rezim Zionis Israel, yang terus membiarkan dan bahkan memfasilitasi kekejaman ini, telah kehilangan legitimasi moral untuk berbicara mengenai demokrasi dan hak asasi manusia. “Mereka yang membiarkan dan membela rezim penindas ini tidak punya lagi hak untuk mengklaim diri sebagai penjaga nilai kemanusiaan.”
Dalam orasinya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa sikap dan komitmen pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, akan terus mendukung penuh kemerdekaan Palestina untuk menjadi negara berdaulat. Sikap ini juga berlandaskan pada amanat konstitusi Indonesia yang menentang segala bentuk penjajahan serta penindasan di dunia.
Fadli Zon juga mengapresiasi kebijakan Menteri Luar Negeri Sugiono yang memimpin diplomasi Indonesia dengan konsistensi dalam mendukung penghentian genosida serta kekejaman yang terus berlangsung di wilayah Gaza.
“Kita tidak punya lagi kata-kata yang dapat mewakili betapa kejam dan brutalnya rezim Zionis Israel melakukan pembantaian massal terhadap rakyat Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak yang tak berdosa,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Minggu (3/8/2025).
Dia melanjutkan “Pelaparan massal dan penghancuran fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, dan tempat pengungsian yang dilakukan Zionis Israel bukan sekadar peperangan, melainkan tindakan genosida yang biadab yang sangat disayangkan terjadi di abad ke-21 ini."
“Serangan dan penghancuran yang sistematis terhadap budaya, situs bersejarah, monumen, dan pusat peradaban Palestina di Gaza bukan hanya menghancurkan fisik, tetapi juga merupakan upaya penghapusan identitas suatu bangsa dan peradaban. Ini adalah bentuk genosida budaya yang sangat kejam dan nyata di zaman modern. Termasuk di dalamnya adalah serangan brutal terhadap para budayawan, seniman, dan intelektual Palestina yang menjadi penjaga dan pewaris nilai-nilai budaya bangsa,” ujarnya.
Menteri Fadli Zon juga menegaskan bahwa negara-negara yang mendukung rezim Zionis Israel, yang terus membiarkan dan bahkan memfasilitasi kekejaman ini, telah kehilangan legitimasi moral untuk berbicara mengenai demokrasi dan hak asasi manusia. “Mereka yang membiarkan dan membela rezim penindas ini tidak punya lagi hak untuk mengklaim diri sebagai penjaga nilai kemanusiaan.”