Fadli Zon Kunjungi Maestro Keroncong, Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya
Tim langit 7
Senin, 04 Agustus 2025 - 09:57 WIB
Fadli Zon Kunjungi Maestro Keroncong, Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya
LANGIT7.ID-Jakarta;Sebagai bentuk nyata atas peluncuran program Belajar Bersama Maestro (BBM) awal Juli lalu, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, berkesempatan untuk datang dan mengikuti proses pembelajaran salah satu maestro, Sundari Soekotjo. Berlokasi di Jaya Suprana Institute, Menteri Fadli secara pribadi mengucapkan rasa terima kasihnya kepada beliau atas dedikasi dan warisannya. Ia juga mengajak para peserta yang merupakan generasi muda untuk merawat dan mengembangkan musik keroncong.
"Musik keroncong adalah bagian tak terpisahkan dari identitas musik Indonesia. Ia lahir dari proses akulturasi yang wajar, tetapi memiliki jiwa yang sepenuhnya Indonesia. Perjalanan keroncong dalam sejarah musik kita begitu panjang, bahkan sejak abad ke-16. Saya sendiri memiliki koleksi piringan hitam keroncong dari awal abad ke-20, termasuk rekaman ‘Indonesia Raya’ versi instrumental tahun 1928 yang menggunakan orkes keroncong sebagai pengiring utamanya," ujar Menbud kepada para peserta.
Program Belajar Bersama Maestro merupakan bagian penting dari manajemen bakat di bidang kebudayaan. Siswa yang terlibat adalah mereka yang terpilih melalui proses seleksi yang ketat dan kini mendapatkan kesempatan langka untuk belajar langsung dari Maestro Sundari Soekotjo.
Menteri Fadli kemudian menyampaikan kepada para peserta jika kesempatan belajar bersama Maestro ini, khususnya bagi generasi muda, sangatlah berharga. Menbud turut menyampaikan harapannya agar mereka dapat menjadi jembatan bagi generasi berikutnya untuk melestarikan keroncong, bahkan kedepannya dapat menjadi maestro di bidangnya. Mereka menurutnya nantinya akan membawa ilmu, keterampilan, pengalaman, dan jiwa yang diwariskan oleh Maestro Sundari Soekotjo.
"Saya berharap para peserta didik hari ini dapat menjadi jembatan untuk generasi mendatang dalam merawat dan mengembangkan musik keroncong. Semoga suatu saat nanti, keroncong dapat menjadi kontribusi penting Indonesia bagi peradaban dunia. Kementerian Kebudayaan akan terus mendukung program semacam ini sebagai bagian dari amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban global,” tukas Menbud kepada para peserta.
Pada kunjungan kali ini, bersama Menteri Kebudayaan turut hadir antara lain Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga, Ismunandar, serta Jaya Suprana selaku pendiri Jaya Suprana Institute.
Proses penyelenggaraan BBM antara lain mewajibkan para peserta untuk tinggal bersama para maestro di padepokan, rumah, atau workshop, selama kurang lebih tiga minggu. Format ini memberi kesempatan pendalaman praktik seni secara langsung dan pengalaman hidup bersama maestro sesuai disiplin seni masing-masing.
"Musik keroncong adalah bagian tak terpisahkan dari identitas musik Indonesia. Ia lahir dari proses akulturasi yang wajar, tetapi memiliki jiwa yang sepenuhnya Indonesia. Perjalanan keroncong dalam sejarah musik kita begitu panjang, bahkan sejak abad ke-16. Saya sendiri memiliki koleksi piringan hitam keroncong dari awal abad ke-20, termasuk rekaman ‘Indonesia Raya’ versi instrumental tahun 1928 yang menggunakan orkes keroncong sebagai pengiring utamanya," ujar Menbud kepada para peserta.
Program Belajar Bersama Maestro merupakan bagian penting dari manajemen bakat di bidang kebudayaan. Siswa yang terlibat adalah mereka yang terpilih melalui proses seleksi yang ketat dan kini mendapatkan kesempatan langka untuk belajar langsung dari Maestro Sundari Soekotjo.
Menteri Fadli kemudian menyampaikan kepada para peserta jika kesempatan belajar bersama Maestro ini, khususnya bagi generasi muda, sangatlah berharga. Menbud turut menyampaikan harapannya agar mereka dapat menjadi jembatan bagi generasi berikutnya untuk melestarikan keroncong, bahkan kedepannya dapat menjadi maestro di bidangnya. Mereka menurutnya nantinya akan membawa ilmu, keterampilan, pengalaman, dan jiwa yang diwariskan oleh Maestro Sundari Soekotjo.
"Saya berharap para peserta didik hari ini dapat menjadi jembatan untuk generasi mendatang dalam merawat dan mengembangkan musik keroncong. Semoga suatu saat nanti, keroncong dapat menjadi kontribusi penting Indonesia bagi peradaban dunia. Kementerian Kebudayaan akan terus mendukung program semacam ini sebagai bagian dari amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban global,” tukas Menbud kepada para peserta.
Pada kunjungan kali ini, bersama Menteri Kebudayaan turut hadir antara lain Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga, Ismunandar, serta Jaya Suprana selaku pendiri Jaya Suprana Institute.
Proses penyelenggaraan BBM antara lain mewajibkan para peserta untuk tinggal bersama para maestro di padepokan, rumah, atau workshop, selama kurang lebih tiga minggu. Format ini memberi kesempatan pendalaman praktik seni secara langsung dan pengalaman hidup bersama maestro sesuai disiplin seni masing-masing.