Kemenag Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Siswa Berbagai Latar Pendidikan, Ini Sasarannya
Tim langit 7
Senin, 04 Agustus 2025 - 12:53 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan keterangan pers usai meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pondok Pesantren Asshidiqiyah, Jakarta, Senin (4/8). Dok: Humas
LANGIT7.ID-Jakarta;Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) resmi diluncurkan serentak di seluruh Indonesia hari ini, Senin (4/8), sebagai bagian dari inisiatif Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya adalah pemeriksaan kesehatan bagi anak-anak usia sekolah di lembaga pendidikan agama dari berbagai agama, dengan dukungan penuh dari Kementerian Agama.
Program ini langsung diawasi oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar yang hadir di Pondok Pesantren Asshidiqiyah, Jakarta Barat, untuk memantau pelaksanaannya. Ia menegaskan bahwa kesehatan anak-anak adalah kunci bagi pembangunan generasi penerus bangsa yang tangguh dan memiliki daya tahan fisik serta spiritual.
“Program Cek Kesehatan Gratis ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi muda yang sehat secara jasmani dan rohani. Ini sejalan dengan nilai-nilai inti setiap agama yang menekankan pentingnya kesehatan sebagai bagian dari ibadah dan keberlangsungan hidup,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam keterangannya, Senin (4/8/2025).
Menurutnya, tubuh yang sehat merupakan prasyarat penting agar manusia bisa menjalani hidup secara optimal, baik dalam beribadah maupun berperan di tengah masyarakat. "Tidak mungkin kita bisa menjadi hamba yang taat kalau sakit-sakitan. Dan tidak mungkin kita menjadi khalifah yang sukses kalau penyakitan. Maka kesehatan dan kebugaran ini sangat penting (untuk) menjadi hamba yang taat dan menjadi khalifah," ujarnya lagi.
Komitmen Lintas Iman dalam Pelayanan Kesehatan
CKG tak hanya menyasar madrasah dan pondok pesantren, tetapi juga menjangkau satuan pendidikan lintas agama. Menteri Agama menegaskan bahwa pelaksanaan program ini diperluas ke berbagai lembaga pendidikan seperti Kristen, Katolik, Hindu (Widyalaya), dan Buddha (Dhammasekha), mencerminkan semangat pelayanan inklusif tanpa diskriminasi kepercayaan.
Kemenag mencatat jumlah peserta didik yang menjadi sasaran program ini mencapai lebih dari 12,5 juta siswa, terdiri dari:
Program ini langsung diawasi oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar yang hadir di Pondok Pesantren Asshidiqiyah, Jakarta Barat, untuk memantau pelaksanaannya. Ia menegaskan bahwa kesehatan anak-anak adalah kunci bagi pembangunan generasi penerus bangsa yang tangguh dan memiliki daya tahan fisik serta spiritual.
“Program Cek Kesehatan Gratis ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk menyiapkan generasi muda yang sehat secara jasmani dan rohani. Ini sejalan dengan nilai-nilai inti setiap agama yang menekankan pentingnya kesehatan sebagai bagian dari ibadah dan keberlangsungan hidup,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam keterangannya, Senin (4/8/2025).
Menurutnya, tubuh yang sehat merupakan prasyarat penting agar manusia bisa menjalani hidup secara optimal, baik dalam beribadah maupun berperan di tengah masyarakat. "Tidak mungkin kita bisa menjadi hamba yang taat kalau sakit-sakitan. Dan tidak mungkin kita menjadi khalifah yang sukses kalau penyakitan. Maka kesehatan dan kebugaran ini sangat penting (untuk) menjadi hamba yang taat dan menjadi khalifah," ujarnya lagi.
Komitmen Lintas Iman dalam Pelayanan Kesehatan
CKG tak hanya menyasar madrasah dan pondok pesantren, tetapi juga menjangkau satuan pendidikan lintas agama. Menteri Agama menegaskan bahwa pelaksanaan program ini diperluas ke berbagai lembaga pendidikan seperti Kristen, Katolik, Hindu (Widyalaya), dan Buddha (Dhammasekha), mencerminkan semangat pelayanan inklusif tanpa diskriminasi kepercayaan.
Kemenag mencatat jumlah peserta didik yang menjadi sasaran program ini mencapai lebih dari 12,5 juta siswa, terdiri dari: