Visinema Garap Film Perang Jawa, Fadli Zon Sebut Proyek Monumental
Tim langit 7
Senin, 04 Agustus 2025 - 18:07 WIB
Visinema Garap Film Perang Jawa, Fadli Zon Sebut Proyek Monumental
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menerima audiensi dari sutradara, produser, dan Chief Executive Officer Visinema, Angga Dwimas Sasongko di Gedung Kementerian Kebudayaan. Pertemuan ini membahas perkembangan film epik terbaru garapan Angga Dwimas Sasongko berjudul Perang Jawa serta diskusi dalam rangka mendorong kemajuan ekosistem sinema Indonesia.
Film Perang Jawa merupakan proyek Visinema yang sudah disiapkan secara intensif selama dua tahun terakhir dan direncanakan mulai fase produksi pada awal 2027. Terinspirasi dari kisah perlawanan Pangeran Diponegoro, pengumuman proyek sinema ini bertepatan dengan dua abad dimulainya Perang Diponegoro yang terjadi pada 20 Juli 1825.
Menbud Fadli Zon menyampaikan dukungan penuh atas inisiatif Visinema dalam garapan terbarunya, yakni film Perang Jawa. “Ini merupakan proyek penting dan monumental, kami sangat mendukung,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (4/8/2025).
Perang Jawa, menurut Menbud Fadli, adalah salah satu peristiwa besar dalam sejarah bangsa. Apabila dikemas dengan apik, film Perang Jawa, menurutnya, akan menghasilkan narasi dan visual yang sangat megah.
Berperan sebagai sutradara dalam film ini, Angga Dwimas Sasongko menuturkan, film Perang Jawa akan mengangkat kisah Pangeran Diponegoro, tetapi dengan pendekatan yang lebih luas dan filosofis, bukan sekadar film perang atau biopik, dan akan berfokus pada peristiwa penting lima tahun Perang Jawa (1825–1830). “Film ini bukan kerja dari Visinema saja, tapi merupakan ikhtiar bersama untuk bangsa,” ujar Angga.
Ia menambahkan, salah satu alasan di balik produksi film ini adalah minimnya film epik di Indonesia. Menurutnya, setelah 30 atau 40 tahun, film dengan skala sebesar film Tjoet Nja' Dhien karya Eros Djarot belum ada lagi hingga saat ini. Ia berharap Perang Jawa bisa sebesar dan memiliki dampak positif yang melampaui zaman, seperti film Tjoet Nja' Dhien.
Film Perang Jawa merupakan proyek Visinema yang sudah disiapkan secara intensif selama dua tahun terakhir dan direncanakan mulai fase produksi pada awal 2027. Terinspirasi dari kisah perlawanan Pangeran Diponegoro, pengumuman proyek sinema ini bertepatan dengan dua abad dimulainya Perang Diponegoro yang terjadi pada 20 Juli 1825.
Menbud Fadli Zon menyampaikan dukungan penuh atas inisiatif Visinema dalam garapan terbarunya, yakni film Perang Jawa. “Ini merupakan proyek penting dan monumental, kami sangat mendukung,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (4/8/2025).
Perang Jawa, menurut Menbud Fadli, adalah salah satu peristiwa besar dalam sejarah bangsa. Apabila dikemas dengan apik, film Perang Jawa, menurutnya, akan menghasilkan narasi dan visual yang sangat megah.
Berperan sebagai sutradara dalam film ini, Angga Dwimas Sasongko menuturkan, film Perang Jawa akan mengangkat kisah Pangeran Diponegoro, tetapi dengan pendekatan yang lebih luas dan filosofis, bukan sekadar film perang atau biopik, dan akan berfokus pada peristiwa penting lima tahun Perang Jawa (1825–1830). “Film ini bukan kerja dari Visinema saja, tapi merupakan ikhtiar bersama untuk bangsa,” ujar Angga.
Ia menambahkan, salah satu alasan di balik produksi film ini adalah minimnya film epik di Indonesia. Menurutnya, setelah 30 atau 40 tahun, film dengan skala sebesar film Tjoet Nja' Dhien karya Eros Djarot belum ada lagi hingga saat ini. Ia berharap Perang Jawa bisa sebesar dan memiliki dampak positif yang melampaui zaman, seperti film Tjoet Nja' Dhien.