home masjid

Abu Nawas Menggunakan Ilmu Mati Sementara untuk Mendapat Maaf Baginda

Selasa, 05 Agustus 2025 - 17:45 WIB
Kisah ini mengajarkan bahwa akal sehat, seni bicara, dan keberanian moral adalah kekuatan sejati seorang manusiabahkan lebih hebat dari pedang dan kekuasaan. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Suatu hari, Baghdad gempar. Baginda Sultan Harun Al-Rasyid, pemimpin kekhalifahan yang agung, mendengar kabar mengejutkan: dirinya telah dijual menjadi budak oleh orang yang paling ia percayai kelicikannya: Abu Nawas.

"Menjual aku?!" Baginda menggelegar dari singgasananya, membuat dayang-dayang dan pengawal kecut ketakutan. "Tangkap dia! Seret ke istana! Aku akan menjadikannya budak sungguhan dan menyuruhnya memandikan unta!"

Namun, Abu Nawas bukan tokoh sembarangan. Ia sudah mencium aroma bahaya jauh sebelum para prajurit sempat melangkah keluar. Ia pun segera kabur bak angin gurun dan bersembunyi di tempat rahasia yang bahkan jin sekalipun sulit menemukannya.

Setelah mata-mata kerajaan melaporkan bahwa perburuan telah reda, barulah Abu Nawas pulang dengan langkah ringan. Tapi belum sempat duduk, istrinya sudah menyambutnya dengan wajah tegang.

"Suamiku, para prajurit kerajaan tadi pagi datang mencarimu!" bisiknya panik.

Baca juga: Bukan Sekadar Lelucon: Abu Nawas Menjual Rajanya Agar Kekuasaan Tak Buta Nurani

Abu Nawas menghela napas panjang. “Tenang, wahai istriku. Memang aku menjual Baginda sebagai budak.”
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya