Sejarawan Bertemu Menbud Fadli Zon, Penulisan Sejarah Nasional Target Terbit 2025
Tim langit 7
Selasa, 05 Agustus 2025 - 20:31 WIB
Sejarawan Bertemu Menbud Fadli Zon, Penulisan Sejarah Nasional Target Terbit 2025
LANGIT7.ID–JAKARTA;Dukungan dari berbagai elemen masyarakat dalam penulisan sejarah nasional semakin meningkat. Kali ini sejumlah sejarawan yang bernaung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Sejarah (FKMPS) melakukan dialog bersama Menteri Kebudayaan di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, untuk menyampaikan aspirasi sekaligus dukungan dan kesediaan berkolaborasi dengan pemerintah dalam hal penulisan sejarah nasional.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyambut baik kedatangan FKMPS, dan menyampaikan harapan bahwa Kementerian Kebudayaan menargetkan buku sejarah ini akan diterbitkan sebagai bagian dari peringatan 80 Tahun Indonesia Merdeka.
Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Sejarah (FKMPS) yang diwakili oleh Ketua, Batara Hutagalung; Dewan Pembina, Dr. (HC) Heppy Trenggono; dan Dewan Pakar, Prof. Taufik Abdullah, Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, serta sejumlah tokoh lainnya, menyampaikan beberapa hal yang menjadi fokus utama diskusi, yakni pada pentingnya pendidikan sejarah yang akurat, narasi nasional yang netral, dan pelestarian warisan budaya dalam berbagai format media.
Menbud pada kesempatan tersebut turut menyampaikan ihwal pembentukan kembali Direktorat Sejarah dan Museum, serta diskusi mengenai proyek besar penulisan sejarah nasional. Proyek ini mencakup penyusunan sepuluh volume buku sejarah Indonesia dari masa peradaban awal hingga masa kini. Proses ini melibatkan para sejarawan dan ahli dari berbagai universitas di Indonesia, dan tengah dalam tahap uji publik dengan mengumpulkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan.
Selanjutnya Menbud turut menjelaskan bahwa tim penulis penulisan sejarah nasional terdiri dari lebih dari 113 akademisi dan ahli yang tersebar di 34 universitas dan lembaga penelitian.
Kemudian Menbud menyampaikan jika masukan-masukan dari sesi uji publik ini akan dimasukkan ke dalam naskah final, yang direncanakan untuk diterbitkan tepat waktu dalam rangka memperingati 80 tahun kemerdekaan Indonesia.
"Selain uji publik, kami juga menerima audiensi dari berbagai organisasi, termasuk TNI, Polri, ormas Islam seperti Muhammadiyah, NU, dan Persis, serta lembaga-lembaga masyarakat lainnya. Mereka memberikan catatan dan sumber-sumber penting yang akan dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam penulisan," jelas Menteri Fadli dalam keterangannya, Selasa (5/8/2025).
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyambut baik kedatangan FKMPS, dan menyampaikan harapan bahwa Kementerian Kebudayaan menargetkan buku sejarah ini akan diterbitkan sebagai bagian dari peringatan 80 Tahun Indonesia Merdeka.
Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Sejarah (FKMPS) yang diwakili oleh Ketua, Batara Hutagalung; Dewan Pembina, Dr. (HC) Heppy Trenggono; dan Dewan Pakar, Prof. Taufik Abdullah, Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi, serta sejumlah tokoh lainnya, menyampaikan beberapa hal yang menjadi fokus utama diskusi, yakni pada pentingnya pendidikan sejarah yang akurat, narasi nasional yang netral, dan pelestarian warisan budaya dalam berbagai format media.
Menbud pada kesempatan tersebut turut menyampaikan ihwal pembentukan kembali Direktorat Sejarah dan Museum, serta diskusi mengenai proyek besar penulisan sejarah nasional. Proyek ini mencakup penyusunan sepuluh volume buku sejarah Indonesia dari masa peradaban awal hingga masa kini. Proses ini melibatkan para sejarawan dan ahli dari berbagai universitas di Indonesia, dan tengah dalam tahap uji publik dengan mengumpulkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan.
Selanjutnya Menbud turut menjelaskan bahwa tim penulis penulisan sejarah nasional terdiri dari lebih dari 113 akademisi dan ahli yang tersebar di 34 universitas dan lembaga penelitian.
Kemudian Menbud menyampaikan jika masukan-masukan dari sesi uji publik ini akan dimasukkan ke dalam naskah final, yang direncanakan untuk diterbitkan tepat waktu dalam rangka memperingati 80 tahun kemerdekaan Indonesia.
"Selain uji publik, kami juga menerima audiensi dari berbagai organisasi, termasuk TNI, Polri, ormas Islam seperti Muhammadiyah, NU, dan Persis, serta lembaga-lembaga masyarakat lainnya. Mereka memberikan catatan dan sumber-sumber penting yang akan dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam penulisan," jelas Menteri Fadli dalam keterangannya, Selasa (5/8/2025).