124 Desa Terpencil di Sulawesi Mulai Tersentuh Internet
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 04 Oktober 2021 - 14:59 WIB
Kabupaten Mamuju dan Banggai di Sulawesi mendapatkan lebih banyak site tambahan untuk mendukung kebutuhan penduduk desa agar lebih dekat dengan koneksi internet. Foto: LANGIT7/Istimewa
Bupati Banggai Amiruddin Tamoreka meresmikan layanan 4G Indosat Ooredo di Desa Ondo-Ondolu, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Menurut Amiruddin selama 37 tahun masyarakat Ondu-Ondolu hidup tanpa mendapat sentuhan teknologi digital. Karena itu pihaknya merespon positif langkah provider Indosat Ooredoo meluaskan jangkauan layanannya.
Peluncuran tersebut sekaligus memperingati Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi ke-76. Kabupaten Banggai telah terkenal dengan sektor wisata bahari dan salah satu permata tersembunyi pariwisata di Indonesia Timur dengan banyak pantai yang mempesona dan pulau-pulau eksotis.
Jangkauan layanan 4G/LTE dari Indosat Ooredoo ini tersebar ke 124 desa terpencil. Kabupaten Mamuju dan Banggai di Sulawesi mendapatkan lebih banyak site tambahan untuk mendukung kebutuhan penduduk desa agar lebih dekat dengan koneksi internet.
Baca juga : Percepatan Internet Masuk Desa, Kemendes PDTT Lakukan Pilot Project 29 BUMDes
Beberapa desa terpencil tersebut antara lain: Desa Pulo Kruet, Tanah Pilih, dan Jadi Mulya di Sumatera Selatan; Desa Sumare dan Taan di Mamuju, Sulawesi Barat; dan Desa Padang, Sinorang, Ondo-Ondolu, dan Maleo Jaya di Banggai, Sulawesi Tengah.
"Mulai hari ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan telekomunikasi dengan positif dan sebaik-baiknya, agar potensi desa dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan seluruh warga. Semoga ini menjadi langkah baik untuk percepatan pemerataan digital di daerah terpencil lain di Indonesia.” kata Bupati Amiruddin.
Pemerintah Indonesia telah mengintensifkan pemenuhan cakupan 4G di seluruh tanah air berkoordinasi dengan operator seluler, termasuk Indosat Ooredoo. Sebanyak 3.435 desa terpencil masih dalam kategori blank spot jaringan 4G, di mana Indosat Ooredoo akan ambil bagian dalam penggelaran layanan 4G/LTE di 645 desa terpencil yang akan selesai pada tahun 2022.
Peluncuran tersebut sekaligus memperingati Hari Bhakti Pos dan Telekomunikasi ke-76. Kabupaten Banggai telah terkenal dengan sektor wisata bahari dan salah satu permata tersembunyi pariwisata di Indonesia Timur dengan banyak pantai yang mempesona dan pulau-pulau eksotis.
Jangkauan layanan 4G/LTE dari Indosat Ooredoo ini tersebar ke 124 desa terpencil. Kabupaten Mamuju dan Banggai di Sulawesi mendapatkan lebih banyak site tambahan untuk mendukung kebutuhan penduduk desa agar lebih dekat dengan koneksi internet.
Baca juga : Percepatan Internet Masuk Desa, Kemendes PDTT Lakukan Pilot Project 29 BUMDes
Beberapa desa terpencil tersebut antara lain: Desa Pulo Kruet, Tanah Pilih, dan Jadi Mulya di Sumatera Selatan; Desa Sumare dan Taan di Mamuju, Sulawesi Barat; dan Desa Padang, Sinorang, Ondo-Ondolu, dan Maleo Jaya di Banggai, Sulawesi Tengah.
"Mulai hari ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan telekomunikasi dengan positif dan sebaik-baiknya, agar potensi desa dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan seluruh warga. Semoga ini menjadi langkah baik untuk percepatan pemerataan digital di daerah terpencil lain di Indonesia.” kata Bupati Amiruddin.
Pemerintah Indonesia telah mengintensifkan pemenuhan cakupan 4G di seluruh tanah air berkoordinasi dengan operator seluler, termasuk Indosat Ooredoo. Sebanyak 3.435 desa terpencil masih dalam kategori blank spot jaringan 4G, di mana Indosat Ooredoo akan ambil bagian dalam penggelaran layanan 4G/LTE di 645 desa terpencil yang akan selesai pada tahun 2022.