home wirausaha syariah

BTN Syariah Kuasai 90% Pasar Rumah Subsidi Syariah, Proses Spin-Off Jadi BUS Didesak Dipercepat

Kamis, 07 Agustus 2025 - 14:37 WIB
BTN Syariah Kuasai 90% Pasar Rumah Subsidi Syariah, Proses Spin-Off Jadi BUS Didesak Dipercepat
LANGIT7.ID-Jakarta; Dominasi BTN Syariah dalam industri pembiayaan perumahan berbasis syariah makin mempertegas pentingnya percepatan proses spin-off menjadi bank umum syariah (BUS). Per Oktober 2024, BTN Syariah telah menguasai 28% pangsa pasar pembiayaan perumahan berbasis syariah secara nasional. Lebih spesifik lagi, pada segmen pembiayaan perumahan subsidi syariah, BTN Syariah mencatat penguasaan pasar sebesar 90%.

Pertumbuhan signifikan tersebut mencerminkan kesiapan BTN Syariah untuk bertransformasi menjadi entitas perbankan syariah mandiri. Selama 20 tahun terakhir, BTN Syariah mencatatkan pertumbuhan aset yang konsisten dengan rata-rata pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) mencapai 22,83%. Dari nilai aset Rp2,25 triliun pada tahun 2009, BTN Syariah kini membukukan total aset sebesar Rp61 triliun per akhir 2024.

Kinerja positif tersebut juga terlihat dari pembiayaan yang tumbuh 18,2% year-on-year (yoy) menjadi Rp46,3 triliun pada kuartal I-2025, naik dari Rp39,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dana pihak ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan 19,9% yoy, menjadi Rp51,4 triliun pada akhir Maret 2025 dari Rp42,9 triliun pada Maret 2024.

“BTN Syariah akan bermetamorfosis menjadi bank syariah baru yang kekuatannya tidak akan kalah dari pemain besar yang mendominasi perbankan syariah nasional seperti Bank Syariah Indonesia (BSI). Hal ini tidak lepas dari dukungan konsisten yang diberikan induknya selama ini, yaitu BTN, sehingga kehadiran BTN Syariah dengan potensi pertumbuhannya yang pesat telah ditunggu-tunggu oleh pasar,” tutur Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat dalam keterangannya, dikutip Kamis (7/8/2025).

Menurutnya, pencapaian BTN Syariah yang konsisten membutuhkan “mesin yang lebih besar” agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Ia menilai kehadiran BTN Syariah sebagai BUS adalah kebutuhan mendesak, mengingat masih banyak segmen masyarakat yang belum terlayani oleh bank syariah yang ada saat ini.

“Kehadiran BTN Syariah sebagai pemain baru dengan status BUS telah memiliki expertise di bidangnya dengan berbagai layanan perbankan syariah unggulan yang dimilikinya menjadi hal yang urgent saat ini, karena kuenya sangat besar, masih banyak area dan segmen masyarakat yang belum banyak terjamah oleh layanan syariah selama ini, dan itu tidak mungkin jika hanya dilayani oleh satu pemain saja,” jelas Emir.

Namun, impian besar BTN Syariah untuk menjadi BUS hingga kini masih terkendala proses prosedural, khususnya dalam perizinan regulator. Proses spin-off BTN Syariah yang seharusnya dimulai dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Agustus 2025, justru ditunda tanpa kepastian jadwal baru.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya