Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 Juli 2026
home global news detail berita

Spanyol Bentuk Aliansi Internasional Guna Melindungi Warisan Budaya Palestina, 30 Negara Turut Serta

lusi mahgriefie Rabu, 22 Juli 2026 - 09:17 WIB
Spanyol Bentuk Aliansi Internasional Guna Melindungi Warisan Budaya Palestina, 30 Negara Turut Serta
sumber: La Moncloa
LANGIT7.ID-, Spanyol - Kementerian Kebudayaan Spanyol dan Palestina bersama-sama menyelenggarakan Konferensi Tingkat Menteri sekaligus membentuk aliansi internasional, guna mendorong tindakan terkoordinasi dalam melindungi sektor budaya dan warisan budaya Palestina.

Apa yang dilakukan Spanyol dengan menginisiasi Konferensi Tingkat Menteri tersebut merupakan pembelaan terhadap budaya Palestina. Serta bertujuan untuk membentuk aliansi internasional bagi kebudayaan Palestina guna mendorong tindakan terkoordinasi dalam melindungi sektor budaya dan warisan budayanya.

Konferensi yang berlangsung pada 15-16 Juli 2026 itu sebelumnya telah diumumkan oleh Menteri Kebudayaan, Ernest Urtasun, dalam pertemuan Dewan Menteri Kebudayaan Uni Eropa yang diselenggarakan di Brussels pada bulan November 2025.

Untuk pertama kalinya, dan atas permintaan Spanyol, Dewan Menteri Kebudayaan Uni Eropa membahas rekonstruksi warisan budaya Palestina. Dalam pertemuan tersebut, Ernest Urtasun juga menyerukan kepada negara-negara Uni Eropa lainnya untuk mendukung pembentukan aliansi bagi rekonstruksi Palestina, dengan mencontoh aliansi yang dibentuk untuk rekonstruksi Ukraina.

Secara khusus, konferensi ini akan menjadi wadah dialog langsung bagi para menteri kebudayaan untuk merumuskan cara-cara kerja sama dengan sektor budaya Palestina, sehingga memungkinkan adanya respons terhadap dampak genosida yang memengaruhi sektor tersebut, baik dari segi dimensi manusia, materi, maupun warisan takbenda.

Baca juga: Kemenangan Spanyol Membawa Kegembiraan Bagi Masyarakat Dunia yang Menentang AS-Israel

Sebanyak 30 negara dikonfirmasi telah mengirimkan delegasi tingkat Menteri. Diantaranya meliputi Polandia, Luksemburg, Yunani, Portugal, Prancis, Austria, Uruguay, Meksiko, Tunisia, Aljazair, Mesir, dan Mauritania, serta berbagai organisasi seperti UNESCO dan Liga Arab.

Menteri Kebudayaan Spanyol Ernest Urtasun, menyatakan bahwa Spanyol dan Palestina memiliki keyakinan yang sama bahwa budaya dapat menjadi ruang bagi pertemuan, ingatan, dan perdamaian.

"Konferensi ini merupakan sebuah undangan bagi komunitas internasional untuk mendengarkan rakyat Palestina, memperhatikan prioritas mereka, dan berkomitmen pada tindakan nyata," jelasnya.

Urtasun menambahkan, "Kita tidak dapat menganggap wajar fakta bahwa Konferensi Kebudayaan Palestina yang pertama ini diselenggarakan di Madrid, dan bukan di wilayah Palestina, tempat yang seharusnya menjadi lokasi penyelenggaraannya."

"Pemerintah Spanyol sedang dan akan terus berupaya untuk memastikan terwujudnya perdamaian serta kelangsungan Negara Palestina yang kokoh, sehingga penyelenggaraan konferensi edisi kedua nanti dapat dilaksanakan di tanah air seluruh rakyat Palestina."

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Spanyol, Husni Abdel Wahed, menyatakan bahwa "tidak ada cara yang lebih baik selain melalui budaya untuk membangun jembatan saling pengertian antarmanusia, terutama di masa seperti sekarang ini ketika kebencian, penolakan, dan ketakutan terhadap -'pihak lain', terhadap mereka yang berbeda- sedang marak terjadi. Budaya memungkinkan kita untuk saling mengenal, dan melaluinya, baik kebencian maupun ketakutan dapat sirna."

Ia menilai bahwa budaya Palestina adalah budaya yang sangat kaya dan telah berusia ribuan tahun, yang terus-menerus menjadi sasaran upaya penghancuran total.

"Bangsa Palestina adalah bagian dari umat manusia; apa yang terjadi di Palestina tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang asing atau jauh."

Adapun pertemuan tersebut membahas berbagai isu yang didasarkan pada tujuh tema utama: prioritas perlindungan budaya Palestina; perlindungan bagi seniman dan kreator; perlindungan warisan budaya; seni dan sastra sebagai sarana ketahanan, pemulihan, dan rekonstruksi masyarakat; sinema sebagai rekaman memori kolektif Palestina; transformasi dan perlindungan warisan budaya Palestina melalui pengarsipan, aksesibilitas, dan keberlanjutan; serta pendanaan bagi sektor budaya dan kemitraan internasional untuk rekonstruksi budaya Palestina.

Baca juga: Jennie BLACKPINK Dikabarkan Donasikan 100 Persen Honor Manggung untuk Palestina

Pertemuan tingkat menteri ini diakhiri dengan sebuah deklarasi akhir yaitu sebuah seruan untuk bertindak yang memuat prioritas, model kerja sama, dan komitmen spesifik yang telah disepakati selama pertemuan berlangsung.

Komitmen Spanyol Peduli Palestina

Inisiatif ini melanjutkan upaya berkelanjutan Kementerian Kebudayaan untuk mendukung budaya Palestina. Selain kontribusi sebesar 200.000 euro bagi dana UNESCO untuk rekonstruksi Gaza, Kementerian Kebudayaan telah melaksanakan berbagai inisiatif yang bekerja sama dengan UNRWA, Badan PBB untuk Pengungsi Palestina yang bertujuan mendukung Gaza dan mengecam genosida oleh Israel.

Lebih lanjut, Kementerian Kebudayaan memberikan kontribusi tahunan sebesar 100.000 euro kepada program TEJA, sebuah jaringan solidaritas budaya internasional yang memberikan dukungan bagi para seniman dan profesional di bidang budaya yang berada dalam situasi darurat. Melalui dukungan ini, para seniman Palestina dapat melakukan perjalanan ke Spanyol untuk mengikuti program residensi seni.

(La Moncloa)

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan