Pantai Indah Bak Surga di Indonesia Sepi Pengunjung, Sementara Negara Terlalu Fokus pada Pariwisata Bali
Tim langit 7
Jum'at, 08 Agustus 2025 - 16:00 WIB
Pantai Indah Bak Surga di Indonesia Sepi Pengunjung, Sementara Negara Terlalu Fokus pada Pariwisata Bali
LANGIT7.ID-Jakarta; Di Pantai Ora di Pulau Seram, Indonesia, yang dikelilingi vegetasi tropis dan tebing kapur yang dramatis, perairannya jernih bak akuarium dan tidak terlihat satu pun influencer dengan ponsel. Pengalaman seperti di Maladewa ini bisa dinikmati dengan harga yang jauh lebih murah.
Sekitar 1.600 kilometer (990 mil) jauhnya di Bali — tanpa ada penerbangan langsung — kemacetan terjadi di sudut-sudut pura, udara dipenuhi polusi suara dari sepeda motor, sampah plastik menumpuk di selokan, dan membanjirnya pengunjung di banyak tempat telah mengikis esensi spiritual pulau itu.
Namun, di sanalah pemerintah menaruh sebagian besar taruhannya untuk pariwisata. Pejabat ingin Bali, yang luasnya sekitar 1,5 kali Rhode Island, menjadi destinasi liburan sekaligus pusat berbagai hal lainnya. Ada rencana menjadikan Bali sebagai hub keluarga kaya, pusat ekspor rumput laut, dan Presiden Prabowo Subianto akhir Juni lalu meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus Sanur untuk mengembangkan wisata kesehatan.
Sebagai destinasi Indonesia yang paling dikenal di dunia, mengandalkan Bali adalah strategi yang disengaja untuk membantu pemulihan sektor pariwisata negara Asia Tenggara ini pascapandemi. Namun, pendekatan itu belum membuahkan hasil, dengan pertumbuhan ekonomi provinsi itu melambat seiring menurunnya pengeluaran pengunjung.
Sementara itu, pelaku pariwisata di daerah lain di Indonesia berteriak minta investasi.
Pulau Komodo, rumah bagi sekitar 2.000 penduduk dan komodo — kadal terbesar di dunia — adalah perpaduan unik antara bahaya dan keindahan. Pulau seluas 390 kilometer persegi ini adalah bagian dari rangkaian pulau vulkanik Indonesia.
Irfan Muddin, yang mengelola Ora Sunrise View Resort sejak 2018, telah bertahun-tahun mendesak pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas guna mendongkrak pariwisata di Provinsi Maluku. "Bandara bisa dibangun di Pulau Seram untuk memungkinkan penerbangan langsung domestik dan internasional," katanya, seraya menambahkan bahwa harga tiket pesawat regional juga harus diturunkan.
Sekitar 1.600 kilometer (990 mil) jauhnya di Bali — tanpa ada penerbangan langsung — kemacetan terjadi di sudut-sudut pura, udara dipenuhi polusi suara dari sepeda motor, sampah plastik menumpuk di selokan, dan membanjirnya pengunjung di banyak tempat telah mengikis esensi spiritual pulau itu.
Namun, di sanalah pemerintah menaruh sebagian besar taruhannya untuk pariwisata. Pejabat ingin Bali, yang luasnya sekitar 1,5 kali Rhode Island, menjadi destinasi liburan sekaligus pusat berbagai hal lainnya. Ada rencana menjadikan Bali sebagai hub keluarga kaya, pusat ekspor rumput laut, dan Presiden Prabowo Subianto akhir Juni lalu meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus Sanur untuk mengembangkan wisata kesehatan.
Sebagai destinasi Indonesia yang paling dikenal di dunia, mengandalkan Bali adalah strategi yang disengaja untuk membantu pemulihan sektor pariwisata negara Asia Tenggara ini pascapandemi. Namun, pendekatan itu belum membuahkan hasil, dengan pertumbuhan ekonomi provinsi itu melambat seiring menurunnya pengeluaran pengunjung.
Sementara itu, pelaku pariwisata di daerah lain di Indonesia berteriak minta investasi.
Pulau Komodo, rumah bagi sekitar 2.000 penduduk dan komodo — kadal terbesar di dunia — adalah perpaduan unik antara bahaya dan keindahan. Pulau seluas 390 kilometer persegi ini adalah bagian dari rangkaian pulau vulkanik Indonesia.
Irfan Muddin, yang mengelola Ora Sunrise View Resort sejak 2018, telah bertahun-tahun mendesak pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas guna mendongkrak pariwisata di Provinsi Maluku. "Bandara bisa dibangun di Pulau Seram untuk memungkinkan penerbangan langsung domestik dan internasional," katanya, seraya menambahkan bahwa harga tiket pesawat regional juga harus diturunkan.