home masjid

Modest Fashion Sudah Mendunia, Kini Giliran Makanan Halal Jadi Senjata Ekonomi Syariah Indonesia

Kamis, 14 Agustus 2025 - 05:15 WIB
Konsumsi umat Muslim global pada 2025 diperkirakan mencapai US2,8 triliun, dengan pertumbuhan tahunan majemuk 7,5 persen. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Satu dekade lalu, di sebuah aula berpendingin udara di Jakarta, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo masih menjabat Deputi Gubernur. Di hadapannya, para kiai dan ulama duduk rapi. Sarasehan Nasional Ekonomi Syariah yang digelar Mei 2015 itu menjadi panggung lahirnya istilah “arus baru ekonomi syariah”. Ini adalah gagasan yang digagas bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan didorong keras oleh KH Ma’ruf Amin yang kala itu Ketua Umum MUI.

“Bukan poros, tapi arus,” ujar Ma’ruf saat itu, menegaskan bahwa ekonomi syariah Indonesia tak boleh hanya menjadi titik lalu lintas, melainkan aliran besar yang terus mengalir. Perry mengulang narasi itu hari ini, dalam forum serupa, seolah ingin menegaskan kontinuitas cita-cita. “Alhamdulillah, 10 tahun kemudian, ekonomi dan keuangan syariah kita terus meningkat,” kata Perry, Rabu, 13 Agustus 2025.

Peningkatan itu terlihat dari capaian Indonesia di dua sektor utama. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIER) 2022, Indonesia kini menjadi nomor satu dunia dalam modest fashion. Data ini menunjukkan bahwa Indonesia telah menyalip Malaysia dan Turki, serta peringkat ketiga global di sektor keuangan syariah. Tapi di satu bidang strategis, negeri ini masih tertinggal: makanan halal.

Baca juga: Membedah Halal-Haram Teknologi Blockchain: Antara Inovasi dan Spekulasi

Potensi Triliunan Dolar

Menurut Master Plan Industri Halal Indonesia 2023–2029, konsumsi umat Muslim global pada 2025 diperkirakan mencapai US$2,8 triliun, dengan pertumbuhan tahunan majemuk 7,5 persen. Sektor makanan dan minuman halal menjadi kontributor terbesar. Namun, hingga kini, Indonesia belum masuk jajaran lima besar produsen utama dunia.

Bagi Perry, ini bukan sekadar peluang ekonomi, melainkan ujian kepemimpinan global. “Yang kita harus kejar adalah halal food. Tetap one of the five global player. Dakwahnya guru kita: jadikan Indonesia arus baru ekonomi keuangan syariah,” ujarnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya