Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Agama Teken MoU Perkuat Kolaborasi Budaya dan Nilai Keagamaan
Tim langit 7
Selasa, 19 Agustus 2025 - 16:37 WIB
Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Agama Teken MoU Perkuat Kolaborasi Budaya dan Nilai Keagamaan
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Agama di Auditorium HM. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta. Penandatanganan MoU ini menandai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi kedua kementerian, khususnya di bidang pengembangan kebudayaan dan penguatan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan berbangsa.
Nota Kesepahaman tersebut mencakup sejumlah bidang kerja sama, antara lain sinkronisasi serta dukungan kebijakan dua program; peningkatan kapasitas sumber daya manusia; dan pertukaran dan/atau pemanfaatan data dan informasi. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi landasan penting dalam membangun sinergi antara warisan budaya dan kehidupan spiritual masyarakat Indonesia.
Dalam kesempatan ini, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyoroti pentingnya kolaborasi antara agama dan kebudayaan. "Agama tanpa budaya itu kering, budaya tanpa agama bisa kehilangan nilai," ungkapnya dalam keterangan resmi, Selasa (19/8/2025).
Dirinya mencontohkan bagaimana tradisi pernikahan di Indonesia bukan hanya peristiwa hukum, melainkan juga ajang akulturasi budaya dan agama yang memperkuat kohesi sosial.
Pernikahan lintas etnis dan budaya yang semakin terbuka juga dianggap sebagai kekuatan baru bagi integrasi bangsa. "Kita telah memasuki era di mana batas-batas etnik makin cair, dan itu memperkuat solidaritas nasional," ujarnya.
Nota Kesepahaman tersebut mencakup sejumlah bidang kerja sama, antara lain sinkronisasi serta dukungan kebijakan dua program; peningkatan kapasitas sumber daya manusia; dan pertukaran dan/atau pemanfaatan data dan informasi. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi landasan penting dalam membangun sinergi antara warisan budaya dan kehidupan spiritual masyarakat Indonesia.
Dalam kesempatan ini, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyoroti pentingnya kolaborasi antara agama dan kebudayaan. "Agama tanpa budaya itu kering, budaya tanpa agama bisa kehilangan nilai," ungkapnya dalam keterangan resmi, Selasa (19/8/2025).
Dirinya mencontohkan bagaimana tradisi pernikahan di Indonesia bukan hanya peristiwa hukum, melainkan juga ajang akulturasi budaya dan agama yang memperkuat kohesi sosial.
Pernikahan lintas etnis dan budaya yang semakin terbuka juga dianggap sebagai kekuatan baru bagi integrasi bangsa. "Kita telah memasuki era di mana batas-batas etnik makin cair, dan itu memperkuat solidaritas nasional," ujarnya.