Israel Tewaskan Lebih Dari 270 Jurnalis dalam 22 Bulan Perang Gaza
Lusi mahgriefie
Rabu, 27 Agustus 2025 - 10:13 WIB
Sumber: aljazeera.com
Israel telah menewaskan lebih dari 270 jurnalis dan pekerja media sejak melancarkan perang di Gaza. Belum lama terjadi, lima jurnalis tewas oleh Israel dalam serangan "double tap" di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis pada Senin lalu, dengan total korban jiwa sedikitnya 21 orang.
Serangan tersebut, yang menargetkan jurnalis yang bekerja untuk Al Jazeera, Reuters, Associated Press (AP), dan kantor berita lainnya, merupakan salah satu serangan paling mematikan dari sekian banyak serangan Israel yang menghantam rumah sakit dan pekerja media selama hampir dua tahun serangan genosida tersebut.
Di antara jurnalis yang terbunuh adalah Mohammad Salama dari Al Jazeera, juru kamera Reuters Hussam al-Masri, Mariam Abu Daqqa, jurnalis lepas yang bekerja untuk AP saat itu, serta Ahmed Abu Aziz dan Moaz Abu Taha.
Pada 11 Agustus, jurnalis Al Jazeera Anas al-Sharif (28) tewas bersama tiga rekannya dalam serangan yang disengaja oleh Israel, terhadap sebuah tenda media yang melindungi para jurnalis di luar gerbang utama Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza.
Secara total, tujuh orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk koresponden Al Jazeera Mohammed Qreiqeh (33) dan juru kamera Al Jazeera Ibrahim Zaher (25), serta Mohammed Noufal (29).
Israel Sengaja Membunuh Jurnalis Al Jazeera
Ini bukan pertama kalinya Israel menargetkan jurnalis Al Jazeera yang meliput perang di Gaza. Sebelum pembunuhan pada bulan Agustus, setidaknya lima jurnalis Al Jazeera lainnya telah dibunuh oleh Israel, sehingga total korban tewas menjadi 10 orang dalam 22 bulan terakhir.
Serangan tersebut, yang menargetkan jurnalis yang bekerja untuk Al Jazeera, Reuters, Associated Press (AP), dan kantor berita lainnya, merupakan salah satu serangan paling mematikan dari sekian banyak serangan Israel yang menghantam rumah sakit dan pekerja media selama hampir dua tahun serangan genosida tersebut.
Di antara jurnalis yang terbunuh adalah Mohammad Salama dari Al Jazeera, juru kamera Reuters Hussam al-Masri, Mariam Abu Daqqa, jurnalis lepas yang bekerja untuk AP saat itu, serta Ahmed Abu Aziz dan Moaz Abu Taha.
Pada 11 Agustus, jurnalis Al Jazeera Anas al-Sharif (28) tewas bersama tiga rekannya dalam serangan yang disengaja oleh Israel, terhadap sebuah tenda media yang melindungi para jurnalis di luar gerbang utama Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza.
Secara total, tujuh orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk koresponden Al Jazeera Mohammed Qreiqeh (33) dan juru kamera Al Jazeera Ibrahim Zaher (25), serta Mohammed Noufal (29).
Israel Sengaja Membunuh Jurnalis Al Jazeera
Ini bukan pertama kalinya Israel menargetkan jurnalis Al Jazeera yang meliput perang di Gaza. Sebelum pembunuhan pada bulan Agustus, setidaknya lima jurnalis Al Jazeera lainnya telah dibunuh oleh Israel, sehingga total korban tewas menjadi 10 orang dalam 22 bulan terakhir.