Syekh Hamza Yusuf Dirikan Universitas Islam Pertama di Amerika
Muhajirin
Senin, 12 Juli 2021 - 10:30 WIB
Syekh Hamza Yusuf aktif mengkampanyekan nilai-nilai perdamaian Islam di berbagai forum internasional (Sumber: TRT World)
Jika membaca buku The 500 Most Influental Muslims oleh John Esposito dan Ibrahim Kalin pada 2009, kita akan menemukan satu nama Syekh Hamza Yusuf, seorang tokoh muslim yang sangat berpengaruh bagi perkembangan Islam di Amerika Serikat. Ia adalah salah satu Ulama Sunni paling otoritatif di Amerika Serikat dalam pengkajian Ilmu Islam dari sumber klasik dan telah mempromosikan ilmu-ilmu dan metode pengajaran tersebut ke seluruh dunia.
Syekh Hamza Yusuf merupakan seorang ulama asal Amerika Serikat dan salah satu pendiri Zaytuna College. Pria yang lahir dengan nama Katolik, Mark Hanson, itu lahir pada 1 Januari 1958 dari pasangan Elizabeth Anne George Hanson dan David Hanson di Walla-Walla, Washington, Amerika Serikat. Pria berusia 63 tahun itu berpasangan dengan Liliana Hanson dan kini tinggal di California Utara, Amerika Serikat.
Lahir dari Keluarga non-Muslim
Syekh Hamza lahir dari keluarga non-muslim. Keluarga besarnya ayahnya, David Hanson, penganut Katolik taat. Sementara ibunya, Elizabeth Anne George Hanson, pemeluk Kristen Ortodoks. Kendati begitu, lingkungan tersebut tidak mempengaruhi semangatnya untuk belajar Islam setelah menjadi mualaf.
Pola pikir kritis Syekh Hamza terbentuk dari lingkungan akademisi dan atmosfer asrama Katolik yang sangat kental. Ia tumbuh menjadi sosok pria yang haus ilmu. Pembaca buku yang ulung. Ia tak pernah melewatkan mempelajari ilmu-ilmu sosial.
Tertarik Belajar Islam Saat Kuliah
Saat remaja, Syekh Hamza masuk di sekoah menengah atas Georgetown Preparatory School. Ia tertarik mempelajari berbagai agama saat memasuki perguruan tinggi. Dari situ dia mengenal Islam secara otodidak. Saat itu Ia berfikir Islam memiliki jumlah pengikut yang bisa menyaingi populasi Kristen.
Syekh Hamza Yusuf merupakan seorang ulama asal Amerika Serikat dan salah satu pendiri Zaytuna College. Pria yang lahir dengan nama Katolik, Mark Hanson, itu lahir pada 1 Januari 1958 dari pasangan Elizabeth Anne George Hanson dan David Hanson di Walla-Walla, Washington, Amerika Serikat. Pria berusia 63 tahun itu berpasangan dengan Liliana Hanson dan kini tinggal di California Utara, Amerika Serikat.
Lahir dari Keluarga non-Muslim
Syekh Hamza lahir dari keluarga non-muslim. Keluarga besarnya ayahnya, David Hanson, penganut Katolik taat. Sementara ibunya, Elizabeth Anne George Hanson, pemeluk Kristen Ortodoks. Kendati begitu, lingkungan tersebut tidak mempengaruhi semangatnya untuk belajar Islam setelah menjadi mualaf.
Pola pikir kritis Syekh Hamza terbentuk dari lingkungan akademisi dan atmosfer asrama Katolik yang sangat kental. Ia tumbuh menjadi sosok pria yang haus ilmu. Pembaca buku yang ulung. Ia tak pernah melewatkan mempelajari ilmu-ilmu sosial.
Tertarik Belajar Islam Saat Kuliah
Saat remaja, Syekh Hamza masuk di sekoah menengah atas Georgetown Preparatory School. Ia tertarik mempelajari berbagai agama saat memasuki perguruan tinggi. Dari situ dia mengenal Islam secara otodidak. Saat itu Ia berfikir Islam memiliki jumlah pengikut yang bisa menyaingi populasi Kristen.