home masjid

Kisah Yusuf dan Zulaikha: Cinta Terlarang di Istana Mesir

Selasa, 02 September 2025 - 16:54 WIB
Zulaikha tak kuasa menahan pesona Yusuf. Namun di balik kisah klasik ini, tersimpan pelajaran tentang moralitas, godaan kekuasaan, dan harga sebuah keteguhan hati. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Pintu-pintu itu sudah diganjal dari dalam. Tirai-tirai sutra menjuntai, memisahkan ruang dari pandangan dunia luar. Wangi dupa memenuhi udara, menebar kehangatan yang menggelisahkan. Di tengah ruang istana, seorang wanita bangsawan memandang lelaki muda yang selama ini ia rawat, kini menjelma pesona sempurna. Dengan suara yang menurun setengah nada, ia berbisik: “Marilah ke sini.”

Sejarah menyebutnya Zulaikha. Al-Qur’an mengabadikannya sebagai imra’at al-‘Aziz—istri seorang pejabat tinggi Mesir. Lelaki itu bernama Yusuf, anak tampan dari tanah Kanaan, yang dijual oleh saudara-saudaranya karena iri. Kini, ia berdiri di persimpangan sejarah. Sebuah godaan yang bukan sekadar rayuan: ia datang dari pemilik kekuasaan, perempuan yang menguasai ruang, waktu, dan status.

Namun jawaban Yusuf mematahkan skenario itu: “Aku berlindung kepada Allah.” (Yusuf: 23).

Sebuah kalimat sederhana, tetapi menyelamatkan peradaban dari satu noda.

Baca juga: Pandangan Pengantar Zina: Kisah Al-Fadhl bin Abbas sampai Nabi Yusuf

Dari Sumur ke Singgasana

Kisah ini bukan dongeng moral yang lahir di ruang kosong. Ia berakar pada perjalanan penuh luka. Yusuf adalah anak kesayangan Nabi Ya’qub. Ketampanannya menjadi api yang membakar cemburu di dada saudara-saudara tirinya. Mereka merancang siasat: memasukkan Yusuf ke dalam sumur, lalu menjualnya sebagai budak. Dari Kanaan, ia dibawa kafilah dagang menuju Mesir, pusat peradaban kala itu.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya