Menilik Indahnya Taqwarrochman, Masjid Modern Berarsitektur Timur Tengah di Semarang
Arif purniawan
Selasa, 05 Oktober 2021 - 13:48 WIB
Masjid Taqwarrochman Semarang (foto: arif purniawan)
Di Kota Semarang, ada masjid megah berarsitektur timur tengah yang terlihat sangat eksotis. Masjid Taqwarrochman di Jalan Fatmawati no 19 RT 01 RW 2 Tegalkangkung, Kedungmundu Tembalang, ini banyak mengadopsi bangunan masjid dari budaya negara Arab.
Awalnya bangunan tersebut itu tidak sebesar seperti sekarang ini. Sekitar 5 tahun lalu, masjid lama dirobohkan dan dibangun masjid baru yang lebih modern dan memiliki struktur bangunan yang kokoh.
Sebelum dibongkar total, ada salah satu warga yang mewakafkan tanahnya di bagian belakang masjid, sehingga masjid baru ini semakin luas dari sebelumnya yang mepet dengan jalan raya pada bagian depannya.
Masjid dengan kombinasi warna cokelat, putih, emas, dan hijau ini pembangunannya sudah mencapai 99%, karena hanya tinggal menambah beberapa ornamen masjid.
Baca juga:3 Masjid Terkenal di Bekasi, Tempat Nyaman Lepas Penat
Memiliki dua lantai. Lantai 1 memiliki kapasitas sekitar 200 jamaah dan lantai 2 bisa menampung 100 jamaah. Masjid ini dikelola loleh Yayasan Taufiqiyah. Pembangunan masjid tidak sampai mendatangkan arsitek dari luar, karena ada warga setempat yang memiliki kemampuan merancang desain bangunan.
Panitia pembangunan masjid, Tris Munawar memberikan alasan kenapa tidak memilih arsitektur Jawa, baik itu bentuk limasan atau joglo. Ia berpendapat jika masjid besar dengan kapasitas ratusan jamaah jika dibangun arsitektur Jawa, joglo justru akan terlihat jelek. Padahal harus ditopang dengan struktur bangunan yang kuat.
Awalnya bangunan tersebut itu tidak sebesar seperti sekarang ini. Sekitar 5 tahun lalu, masjid lama dirobohkan dan dibangun masjid baru yang lebih modern dan memiliki struktur bangunan yang kokoh.
Sebelum dibongkar total, ada salah satu warga yang mewakafkan tanahnya di bagian belakang masjid, sehingga masjid baru ini semakin luas dari sebelumnya yang mepet dengan jalan raya pada bagian depannya.
Masjid dengan kombinasi warna cokelat, putih, emas, dan hijau ini pembangunannya sudah mencapai 99%, karena hanya tinggal menambah beberapa ornamen masjid.
Baca juga:3 Masjid Terkenal di Bekasi, Tempat Nyaman Lepas Penat
Memiliki dua lantai. Lantai 1 memiliki kapasitas sekitar 200 jamaah dan lantai 2 bisa menampung 100 jamaah. Masjid ini dikelola loleh Yayasan Taufiqiyah. Pembangunan masjid tidak sampai mendatangkan arsitek dari luar, karena ada warga setempat yang memiliki kemampuan merancang desain bangunan.
Panitia pembangunan masjid, Tris Munawar memberikan alasan kenapa tidak memilih arsitektur Jawa, baik itu bentuk limasan atau joglo. Ia berpendapat jika masjid besar dengan kapasitas ratusan jamaah jika dibangun arsitektur Jawa, joglo justru akan terlihat jelek. Padahal harus ditopang dengan struktur bangunan yang kuat.