PBNU dan Palestina Sepakat Perkuat Dukungan: Tolak Normalisasi hingga Relokasi Warga Gaza
Tim langit 7
Rabu, 03 September 2025 - 14:58 WIB
PBNU dan Palestina Sepakat Perkuat Dukungan: Tolak Normalisasi hingga Relokasi Warga Gaza
LANGIT7.ID–Jakarta;Pertemuan antara jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan delegasi Palestina kembali menegaskan kuatnya solidaritas rakyat Indonesia terhadap perjuangan bangsa Palestina. Dialog ini berlangsung di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, pada Selasa (2/9/2025), dengan rombongan Palestina dipimpin oleh Mustafa Barghouti.
Agenda tersebut menjadi ruang penting untuk mendiskusikan kondisi terkini di Palestina, khususnya situasi di Gaza, serta mencari langkah-langkah yang dapat diperjuangkan bersama. Barghouti menyoroti tiga hal yang harus menjadi komitmen PBNU: menolak normalisasi hubungan dengan Israel, menolak relokasi paksa warga Gaza, serta memperkuat dukungan spiritual dan semi-diplomatis.
Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla menyampaikan bahwa laporan Barghouti mengenai keadaan di lapangan sungguh memilukan. "Dokter Barghouti menceritakan keadaan terakhir di Palestina yang sangat-sangat menyedihkan," ujar Gus Ulil dalam keterangannya, dikutip Rabu (3/9/2025).
Ia menegaskan bahwa sikap PBNU sejalan dengan posisi pemerintah Indonesia. "Sampai sekarang kita tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel," tegasnya.
Ia pun menambahkan, "saya kira sampai kapan pun hal itu tidak akan terjadi sebelum ada negara Palestina yang berdiri dan berdaulat."
Isu relokasi warga Gaza menjadi sorotan tersendiri dalam diskusi. Gus Ulil menyebut langkah itu sejatinya bagian dari praktik ethnic cleansing. “Karena begitu warga Gaza dibawa keluar, tidak akan mungkin diizinkan kembali ke tanahnya oleh Pemerintah Israel,” tegasnya.
PBNU, kata Gus Ulil, selama ini terus menjalankan dukungan nyata, baik dalam dimensi spiritual maupun semi-diplomatis. “Selain upaya-upaya yang sifatnya spiritual seperti mendoakan dan lain sebagainya kita juga sudah menganjurkan warga NU untuk qunut nazilah,” katanya.
Agenda tersebut menjadi ruang penting untuk mendiskusikan kondisi terkini di Palestina, khususnya situasi di Gaza, serta mencari langkah-langkah yang dapat diperjuangkan bersama. Barghouti menyoroti tiga hal yang harus menjadi komitmen PBNU: menolak normalisasi hubungan dengan Israel, menolak relokasi paksa warga Gaza, serta memperkuat dukungan spiritual dan semi-diplomatis.
Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla menyampaikan bahwa laporan Barghouti mengenai keadaan di lapangan sungguh memilukan. "Dokter Barghouti menceritakan keadaan terakhir di Palestina yang sangat-sangat menyedihkan," ujar Gus Ulil dalam keterangannya, dikutip Rabu (3/9/2025).
Ia menegaskan bahwa sikap PBNU sejalan dengan posisi pemerintah Indonesia. "Sampai sekarang kita tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel," tegasnya.
Ia pun menambahkan, "saya kira sampai kapan pun hal itu tidak akan terjadi sebelum ada negara Palestina yang berdiri dan berdaulat."
Isu relokasi warga Gaza menjadi sorotan tersendiri dalam diskusi. Gus Ulil menyebut langkah itu sejatinya bagian dari praktik ethnic cleansing. “Karena begitu warga Gaza dibawa keluar, tidak akan mungkin diizinkan kembali ke tanahnya oleh Pemerintah Israel,” tegasnya.
PBNU, kata Gus Ulil, selama ini terus menjalankan dukungan nyata, baik dalam dimensi spiritual maupun semi-diplomatis. “Selain upaya-upaya yang sifatnya spiritual seperti mendoakan dan lain sebagainya kita juga sudah menganjurkan warga NU untuk qunut nazilah,” katanya.