home global news

Pertemuan Bilateral Indonesia–Tanzania di CHANDI 2025 Bahas Kerja Sama Pendidikan, Film, dan Budaya

Kamis, 04 September 2025 - 10:12 WIB
Pertemuan Bilateral IndonesiaTanzania di CHANDI 2025 Bahas Kerja Sama Pendidikan, Film, dan Budaya
LANGIT7.ID-Denpasar;Pertemuan Bilateral antara Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dengan Duta Besar Tanzania untuk Indonesia, H.E. Macocha Moshe Tembele, menjadi awal rencana penguatan kerja sama kedua negara di bidang pendidikan, film, dan budaya. Pertemuan yang berlangsung di sela perhelatan Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy, and Innovation (CHANDI) 2025 ini menegaskan komitmen Indonesia dan Tanzania dalam memperkuat identitas serta diplomasi budaya antarnegara.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Fadli Zon menyampaikan terima kasih atas keterlibatan Tanzania dalam CHANDI 2025. Ia mengapresiasi pertemuan bilateral ini sebagai langkah membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang kebudayaan. Menanggapi hal tersebut, Dubes Macocha Moshe Tembele turut menyampaikan apresiasi atas undangan CHANDI 2025 yang dinilainya sebagai konferensi budaya internasional penting di tengah situasi global saat ini.

Salah satu isu yang dibahas adalah permohonan peningkatan kerja sama di bidang pendidikan budaya, khususnya penambahan kuota beasiswa untuk mahasiswa Tanzania di Indonesia. Selama ini, tercatat hanya satu mahasiswa Tanzania per tahun yang mendapat beasiswa kebudayaan.

Selain itu, Tanzania juga mengusulkan kerja sama pengajaran bahasa Swahili di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Bahasa Swahili merupakan bahasa nasional Tanzania sekaligus bahasa kerja resmi Uni Afrika. Dubes Macocha juga menekankan pentingnya kerja sama di bidang perfilman, tidak hanya untuk meningkatkan kualitas film kedua negara, tetapi juga sebagai strategi bersama menghadapi dominasi film barat.

“Film adalah salah satu alat penting bagi kebudayaan. Kami berharap akan ada kolaborasi perfilman antara Indonesia dan Tanzania,” ujar Dubes Macocha.

Topik lain yang turut dibahas adalah peluang kolaborasi dalam pembuatan batik. Usulan ini muncul karena Tanzania belum memiliki pakaian nasional seperti batik selama hampir 10 tahun. Dengan keberagaman 120 etnis, pemerintah Tanzania melihat batik Indonesia sebagai inspirasi dalam menciptakan pakaian nasional.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Fadli menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan perfilman merupakan bagian penting dari diplomasi budaya, sekaligus membuka peluang co-production film antara kedua negara. “Film adalah alat diplomasi budaya yang penting. Kami rasa kerja sama ini dapat kita tingkatkan, termasuk dalam bentuk produksi bersama,” ujar Menteri Fadli.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya