home global news

Ekspedisi Macan Tutul Jawa TNI AD di Sanggabuana Dapat Temuan Penting

Selasa, 16 September 2025 - 15:22 WIB
Seekor macan tutul jawa (Panthera Pardus Melas) terekam kamera yang dipasang oleh Tim Ekspedisi Macan Tutul Jawa di kawasan Pegunungan Sanggabuana, Jawa Barat. Dok Dispenad
LANGIT7.ID-Jakarta; Tim Ekspedisi Macan Tutul Jawa yang dilepas Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak pada Februari 2025 di Resimen Latihan Tempur (Menlatpur) Kostrad, Sanggabuana, Kabupaten Karawang, berhasil mencatatkan hasil penelitian awal yang menggembirakan. Dari pemasangan 40 unit kamera jebak (foto dan video) di kawasan Pegunungan Sanggabuana, terekam 198 aktivitas satwa yang mengungkap keberadaan 19 individu macan tutul jawa (Panthera Pardus Melas) dan macan kumbang, termasuk dua anakan macan.

Temuan ini menjadi capaian penting, mengingat survei populasi individu macan tutul jawa dengan metode ilmiah dan protokol standar, baru pertama kali dilakukan di kawasan tersebut. Selain populasi macan tutul, kamera jebak juga mendokumentasikan keberadaan satwa langka lain seperti elang jawa, yang turut memperkuat status Pegunungan Sanggabuana sebagai kawasan bernilai konservasi tinggi.

Dalam pelepasan tim ekspedisi Februari lalu, Kasad menegaskan bahwa upaya ini merupakan bentuk nyata komitmen TNI AD terhadap kelestarian alam dan ekosistem, sejalan dengan program unggulan TNI AD “Bersatu Dengan Alam”.

“Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keanekaragaman hayati demi kelangsungan hidup generasi mendatang. TNI AD akan terus mendukung kegiatan pelestarian hutan lindung seperti ini,” ujar Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya yang diterima the Strategy pada Sabtu (13/9/2025).

Terkait perkembangan penelitian terkini, Bernard T. Wahyu Wiryanta selaku Koordinator Tim Survei Macan Tutul Jawa Sanggabuana dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) menyampaikan bahwa hasil survei tahap pertama ini sekaligus menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam menyusun program perlindungan satwa prioritas dan terancam punah.

“Dengan adanya survei populasi ini, selain mendapat data individu macan tutul jawa, juga dilakukan mitigasi ancaman dan pemetaan preferensi pakan. Data ini akan menjadi dasar penting dalam usulan perubahan fungsi hutan Sanggabuana menjadi kawasan konservasi, sehingga ada kepastian hukum terhadap status hutan dan upaya perlindungan keanekaragaman hayati dapat lebih maksimal,” jelas Bernard.

Bernard juga menegaskan bahwa kehadiran prajurit Menlatpur Kostrad sangat dibutuhkan dalam kegiatan konservasi. Sebab, selain terlibat langsung dalam proses penelitian dan menjaga agar latihan tempur tidak mengganggu habitat satwa, para prajurit juga berperan dalam patroli anti perburuan dan pencegahan perambahan hutan. Terbukti, hingga kini, kehadiran prajurit mampu menekan angka perburuan satwa dilindungi secara signifikan di kawasan Sanggabuana.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya