Kota Gaza Alami Pemadaman Komunikasi, 800 Ribu Warga Palestina Terisolasi
Tim langit 7
Jum'at, 19 September 2025 - 11:54 WIB
Kota Gaza Alami Pemadaman Komunikasi, 800 Ribu Warga Palestina Terisolasi
LANGIT7.ID-Jakarta; Serangan Israel yang terus menghantam infrastruktur Kota Gaza membuat hampir satu juta warga Palestina kini benar-benar terputus dari dunia luar. Internet dan jaringan telepon lumpuh total, hanya beberapa titik kecil seperti sekitar Rumah Sakit Baptis yang sempat tersambung sebentar.
Pemutusan jaringan ini terjadi sejak Rabu, bersamaan dengan masuknya kendaraan militer Israel ke wilayah barat laut kota. Kondisi di Gaza makin mencekam, warga mengaku sedang melalui fase paling buruk sejak genosida berlangsung.
Serangan besar-besaran Israel di Kota Gaza dan wilayah utara sudah berjalan sebulan. Menurut otoritas lokal, sejak operasi dimulai 11 Agustus lalu, ada 3.542 orang tewas. Lebih dari 44 persen korban justru berasal dari “zona aman” yang ditentukan Israel. Banyak warga menolak pindah ke selatan karena kondisi di sana padat dan tidak aman.
Badan investigasi tertinggi PBB untuk Palestina-Israel juga baru saja memutuskan bahwa Israel terbukti melakukan genosida di Gaza. Sejak lebih dari 23 bulan perang berjalan, total korban jiwa mencapai 65.141 orang.
Lembaga Euro-Med Human Rights Monitor memperingatkan di media sosial bahwa serangan tanpa henti, runtuhnya gedung-gedung, dan hancurnya infrastruktur internet membuat Kota Gaza mengalami “blackout total”. Sekitar 800 ribu warga disebut benar-benar terisolasi dan tidak bisa menyuarakan kondisi mereka.
Akibat terputusnya jaringan, banyak tragedi dan pembantaian di Kota Gaza tidak terliput media. Para jurnalis biasanya mengandalkan e-SIM untuk tetap melaporkan keadaan, namun mereka harus naik ke atap gedung untuk mencari sinyal. Situasi ini sangat berbahaya karena gedung-gedung tinggi juga jadi sasaran serangan.
Robot Peledak Mengerikan
Pemutusan jaringan ini terjadi sejak Rabu, bersamaan dengan masuknya kendaraan militer Israel ke wilayah barat laut kota. Kondisi di Gaza makin mencekam, warga mengaku sedang melalui fase paling buruk sejak genosida berlangsung.
Serangan besar-besaran Israel di Kota Gaza dan wilayah utara sudah berjalan sebulan. Menurut otoritas lokal, sejak operasi dimulai 11 Agustus lalu, ada 3.542 orang tewas. Lebih dari 44 persen korban justru berasal dari “zona aman” yang ditentukan Israel. Banyak warga menolak pindah ke selatan karena kondisi di sana padat dan tidak aman.
Badan investigasi tertinggi PBB untuk Palestina-Israel juga baru saja memutuskan bahwa Israel terbukti melakukan genosida di Gaza. Sejak lebih dari 23 bulan perang berjalan, total korban jiwa mencapai 65.141 orang.
Lembaga Euro-Med Human Rights Monitor memperingatkan di media sosial bahwa serangan tanpa henti, runtuhnya gedung-gedung, dan hancurnya infrastruktur internet membuat Kota Gaza mengalami “blackout total”. Sekitar 800 ribu warga disebut benar-benar terisolasi dan tidak bisa menyuarakan kondisi mereka.
Akibat terputusnya jaringan, banyak tragedi dan pembantaian di Kota Gaza tidak terliput media. Para jurnalis biasanya mengandalkan e-SIM untuk tetap melaporkan keadaan, namun mereka harus naik ke atap gedung untuk mencari sinyal. Situasi ini sangat berbahaya karena gedung-gedung tinggi juga jadi sasaran serangan.
Robot Peledak Mengerikan