home global news

Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal Akui Palestina, Israel Marah Besar

Senin, 22 September 2025 - 08:54 WIB
Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal Akui Palestina, Israel Marah Besar
LANGIT7.ID-Jakarta;Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal resmi mengakui negara Palestina pada Minggu (21/9). Langkah ini muncul dari rasa frustrasi terhadap perang Gaza yang terus berkepanjangan, sekaligus upaya mendorong solusi dua negara. Israel langsung merespons keras keputusan itu.

Dengan keputusan ini, keempat negara Barat tersebut bergabung dengan sekitar 140 negara lain yang sudah lebih dulu mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Bagi Inggris, keputusan ini sangat simbolis karena negara itu punya peran besar dalam terbentuknya Israel modern setelah Perang Dunia II.

“Untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian bagi rakyat Palestina dan Israel, Inggris secara resmi mengakui Negara Palestina,” ujar Perdana Menteri Keir Starmer. Ia menambahkan, “Krisis kemanusiaan buatan manusia di Gaza semakin parah. Serangan tanpa henti, kelaparan, dan kehancuran dari pemerintah Israel benar-benar tidak bisa ditoleransi.”

Kabar ini diperkirakan akan diikuti negara lain, termasuk Prancis, yang kemungkinan besar mengumumkan sikap serupa minggu ini di Sidang Umum PBB di New York.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam keras keputusan itu. “Saya punya pesan jelas untuk para pemimpin yang mengakui negara Palestina setelah pembantaian mengerikan 7 Oktober: kalian sedang memberi hadiah besar untuk terorisme,” katanya, merujuk pada serangan Hamas tahun 2023 yang menewaskan 1.200 orang di Israel. “Dan saya punya pesan lain: hal itu tidak akan terjadi. Negara Palestina tidak akan pernah didirikan di sebelah barat Sungai Yordan.”

Serangan Hamas tersebut juga membuat 251 orang Israel disandera. Sebagai balasan, operasi militer Israel di Gaza selama hampir dua tahun menewaskan lebih dari 65 ribu orang, sebagian besar warga sipil, menghancurkan bangunan, memicu kelaparan, dan memaksa hampir seluruh penduduknya mengungsi berulang kali.

Hamas menyambut keputusan ini, tetapi menegaskan pengakuan harus diikuti langkah nyata untuk menghentikan perang di Gaza dan mencegah Israel mencaplok Tepi Barat. Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut pengakuan ini membuka jalan agar “Negara Palestina bisa hidup berdampingan dengan Negara Israel dalam keamanan, perdamaian, dan bertetangga baik.”
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya