home sports

Advokasi Global Desak UEFA, Tolak Tim Israel dari Kualifikasi Piala Dunia

Selasa, 23 September 2025 - 14:50 WIB
Times Square jadi panggung kampanye #GameOverIsrael jelang Piala Dunia 2026. Dok: Reuters
LANGIT7.ID-Jakarta;Sekelompok organisasi advokasi dan komunitas suporter sepak bola menyerukan boikot terhadap Israel lewat sebuah billboard di Times Square, New York, Selasa. Aksi ini menjadi pembuka kampanye bertajuk #GameOverIsrael, yang digulirkan beberapa bulan sebelum Piala Dunia 2026.

New York sendiri akan jadi tuan rumah delapan pertandingan, termasuk final. Kanada dan Meksiko juga ikut serta sebagai co-host turnamen empat tahunan ini.

Kampanye tersebut meminta federasi sepak bola di Belgia, Inggris, Prancis, Yunani, Irlandia, Italia, Norwegia, Skotlandia, dan Spanyol untuk memboikot tim nasional Israel serta melarang pemain Israel tampil di kompetisi domestik. Alasannya, Israel dianggap terus melakukan serangan di Gaza.

Menanggapi hal itu, Asosiasi Sepak Bola Israel mengeluarkan pernyataan: “Kapan kelompok munafik di balik seruan menyedihkan ini akan merasa pantas mengutuk pembantaian 7 Oktober, menuntut pembebasan sandera Israel yang sudah dua tahun ditahan di terowongan organisasi teroris Nazi Hamas dalam kondisi tak manusiawi, atau bertanggung jawab atas sesuatu yang tidak tercium seperti anti-Semitisme menjijikkan ini?”

Direktur Eksekutif Nasional American-Arab Anti-Discrimination Committee (ADC), Abed Ayoub, menegaskan: “Saat Amerika Serikat bersiap menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026, jangan biarkan stadion kita jadi panggung untuk mencuci bersih kejahatan perang.” ADC meluncurkan inisiatif #GameOverIsrael bersama sejumlah mitra Eropa.

“Kami berdiri bersama rekan-rekan kami di Eropa dan menuntut setiap badan sepak bola mengambil tindakan tegas untuk melarang Israel dari kompetisi internasional,” lanjut Ayoub. “Dunia harus memberi tahu Israel bahwa permainan sudah selesai, tidak ada tempat di olahraga untuk penjahat perang.”

Pada hari yang sama, sebuah komisi penyelidikan PBB menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan genosida di Gaza. Israel menolak keras laporan itu, dengan duta besarnya untuk PBB menyebutnya “skandal” dan “palsu”.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya