Likuiditas Perbankan Longgar, BCA Syariah Ingatkan Permintaan Pembiayaan Harus Naik
Tim langit 7
Kamis, 25 September 2025 - 16:30 WIB
Likuiditas Perbankan Longgar, BCA Syariah Ingatkan Permintaan Pembiayaan Harus Naik
LANGIT7.ID-Jakarta;PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) menilai penempatan dana Rp200 triliun di bank-bank Himbara oleh pemerintah berpotensi memberikan kelonggaran likuiditas di industri perbankan. Namun, manajemen mengingatkan bahwa kelonggaran tersebut akan maksimal jika permintaan pembiayaan juga meningkat.
Direktur BCA Syariah, Pranata, menjelaskan bahwa hingga kini aktivitas bisnis perseroan tetap berjalan normal. Ia mengakui tidak ada aliran dana yang masuk langsung ke BCA Syariah, namun komunikasi dengan sesama anggota Asbisindo tetap dilakukan, termasuk dengan BSI.
“Itu yang kita harapkan dengan kucuran dana tersebut akan menekan biaya dana yang kita keluarkan sekarang,” kata Pranata di Kantor Pusat BCA Syariah, Kamis (25/9/2025).
Pranata juga menilai penempatan dana tersebut bisa menurunkan rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) perbankan. “Itu yang pertama. Tentunya secara rasio ini kan menurunkan, kalau hitungan saya dari 86% FDR atau LDR perbankan itu turun ke 84%. Jadi kisarannya mungkin hampir 2% turun dengan adanya Rp 200 triliun itu,” lanjutnya.
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) telah beberapa kali memangkas suku bunga acuan atau BI Rate, terakhir berada di level 4,75% pada September ini. Namun, Pranata menyebut penurunan biaya dana di bank syariah masih belum terlihat nyata.
Menurutnya, kucuran dana pemerintah bisa menjaga kelonggaran likuiditas, tetapi industri perbankan tetap harus mendorong peningkatan permintaan pembiayaan agar manfaatnya benar-benar terasa di masyarakat.
Direktur BCA Syariah, Pranata, menjelaskan bahwa hingga kini aktivitas bisnis perseroan tetap berjalan normal. Ia mengakui tidak ada aliran dana yang masuk langsung ke BCA Syariah, namun komunikasi dengan sesama anggota Asbisindo tetap dilakukan, termasuk dengan BSI.
“Itu yang kita harapkan dengan kucuran dana tersebut akan menekan biaya dana yang kita keluarkan sekarang,” kata Pranata di Kantor Pusat BCA Syariah, Kamis (25/9/2025).
Pranata juga menilai penempatan dana tersebut bisa menurunkan rasio Financing to Deposit Ratio (FDR) perbankan. “Itu yang pertama. Tentunya secara rasio ini kan menurunkan, kalau hitungan saya dari 86% FDR atau LDR perbankan itu turun ke 84%. Jadi kisarannya mungkin hampir 2% turun dengan adanya Rp 200 triliun itu,” lanjutnya.
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) telah beberapa kali memangkas suku bunga acuan atau BI Rate, terakhir berada di level 4,75% pada September ini. Namun, Pranata menyebut penurunan biaya dana di bank syariah masih belum terlihat nyata.
Menurutnya, kucuran dana pemerintah bisa menjaga kelonggaran likuiditas, tetapi industri perbankan tetap harus mendorong peningkatan permintaan pembiayaan agar manfaatnya benar-benar terasa di masyarakat.
(lam)