Trump Bikin Israel Panas, Tolak Rencana Aneksasi Tepi Barat
Tim langit 7
Jum'at, 26 September 2025 - 17:12 WIB
Trump Bikin Israel Panas, Tolak Rencana Aneksasi Tepi Barat
LANGIT7.ID-Jakarta;Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis menyatakan dirinya tidak akan mengizinkan Israel melakukan aneksasi Tepi Barat. Ia menolak desakan dari sejumlah politisi sayap kanan Israel yang ingin memperluas kedaulatan di wilayah itu sekaligus mematikan harapan terbentuknya negara Palestina.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya memang mendapat dorongan dari beberapa sekutunya untuk mendorong aneksasi Tepi Barat, sesuatu yang memicu kekhawatiran para pemimpin Arab. Sejumlah pemimpin kawasan bahkan sempat bertemu Trump pada Selasa lalu di sela Sidang Umum PBB di New York.
“Saya tidak akan mengizinkan Israel menganeksasi Tepi Barat. Tidak, saya tidak akan mengizinkannya. Itu tidak akan terjadi,” kata Trump kepada wartawan di Oval Office.
“Ini sudah cukup. Saatnya berhenti sekarang,” tambahnya.
Dalam beberapa hari terakhir, Prancis, Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal mengumumkan pengakuan terhadap negara Palestina. Langkah itu dimaksudkan untuk menjaga agar opsi solusi dua negara tetap hidup. Israel mengecam keputusan tersebut.
Pernyataan Trump muncul saat Netanyahu tiba di New York untuk berpidato di Sidang Umum PBB pada Jumat. Kantor Netanyahu mengatakan sang perdana menteri akan menanggapi ucapan Trump setelah kembali ke Israel.
Sejak perang 1967, pemukiman Israel di Tepi Barat terus bertambah luas dan jumlahnya meningkat. Jalan-jalan serta infrastruktur yang dibangun Israel makin membelah wilayah tersebut. Proyek pemukiman kontroversial E1, yang dinilai akan memutus Tepi Barat dari Yerusalem Timur, bahkan sudah mendapat persetujuan final pada Agustus lalu. Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich ketika itu berkata bahwa negara Palestina “sedang dihapus dari meja.”
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya memang mendapat dorongan dari beberapa sekutunya untuk mendorong aneksasi Tepi Barat, sesuatu yang memicu kekhawatiran para pemimpin Arab. Sejumlah pemimpin kawasan bahkan sempat bertemu Trump pada Selasa lalu di sela Sidang Umum PBB di New York.
“Saya tidak akan mengizinkan Israel menganeksasi Tepi Barat. Tidak, saya tidak akan mengizinkannya. Itu tidak akan terjadi,” kata Trump kepada wartawan di Oval Office.
“Ini sudah cukup. Saatnya berhenti sekarang,” tambahnya.
Dalam beberapa hari terakhir, Prancis, Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal mengumumkan pengakuan terhadap negara Palestina. Langkah itu dimaksudkan untuk menjaga agar opsi solusi dua negara tetap hidup. Israel mengecam keputusan tersebut.
Pernyataan Trump muncul saat Netanyahu tiba di New York untuk berpidato di Sidang Umum PBB pada Jumat. Kantor Netanyahu mengatakan sang perdana menteri akan menanggapi ucapan Trump setelah kembali ke Israel.
Sejak perang 1967, pemukiman Israel di Tepi Barat terus bertambah luas dan jumlahnya meningkat. Jalan-jalan serta infrastruktur yang dibangun Israel makin membelah wilayah tersebut. Proyek pemukiman kontroversial E1, yang dinilai akan memutus Tepi Barat dari Yerusalem Timur, bahkan sudah mendapat persetujuan final pada Agustus lalu. Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich ketika itu berkata bahwa negara Palestina “sedang dihapus dari meja.”