Dzikir Sore Hari, Sambil Beraktivitas Bisa Amalkan Bacaan Ini
Ahmad zuhdi
Rabu, 06 Oktober 2021 - 16:32 WIB
Dalil dzikir selepas shalat, boleh dikeraskan dan dibaca lirih. Foto: Langit7.id/iStock
Berdzikir merupakan salah satu sunnah yang diajarkan Rasulullah kepada umatnya. Berdzikir dapat mengingatkan kita tentang kemahabesaran Allah melalui penciptaanNya dengan tanda-tanda qauliyah maupun kauniyah.
Salah satu dzikir yang dianjurkan Rasulullah adalah berlindung dari keburukan perbuatan manusia, mengakui nikmat yang Allah berikan, dan mengakui dosa yang diperbuat terhadap. Dalam dzikir tersebut, seorang hamba meminta kepada Allah agar diampuni dosa-dosanya, sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah SWT.
Baca Juga: Bacaan Dzikir setelah Shalat Fardhu, Lebih Utama ketimbang Berdoa
Berikut salah satu dzikir yang dapat dibaca di sore hari:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana abduka wa ana ala ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’udzu bika min syarri ma shana’tu, abu`u laka bini'matika alayya wa abu`u bi dzanbi faghfir li fainnahu la yaghfirudz-dzunuba illa anta.
Baca Juga:Teladan Akhlak dan Cinta Rasulullah pada Anak-anak, Tak Pernah Menolak Keinginan Mereka
Salah satu dzikir yang dianjurkan Rasulullah adalah berlindung dari keburukan perbuatan manusia, mengakui nikmat yang Allah berikan, dan mengakui dosa yang diperbuat terhadap. Dalam dzikir tersebut, seorang hamba meminta kepada Allah agar diampuni dosa-dosanya, sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah SWT.
Baca Juga: Bacaan Dzikir setelah Shalat Fardhu, Lebih Utama ketimbang Berdoa
Berikut salah satu dzikir yang dapat dibaca di sore hari:
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana abduka wa ana ala ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’udzu bika min syarri ma shana’tu, abu`u laka bini'matika alayya wa abu`u bi dzanbi faghfir li fainnahu la yaghfirudz-dzunuba illa anta.
Baca Juga:Teladan Akhlak dan Cinta Rasulullah pada Anak-anak, Tak Pernah Menolak Keinginan Mereka