Wali Kota London Sadiq Khan Sebut Donald Trump Rasis dan Islamofobia, Reaksi Atas Pidatonya di PBB
Lusi mahgriefie
Ahad, 28 September 2025 - 15:05 WIB
Foto: ist
Wali Kota London, Sadiq Khan menyebut Donald Trump sebagai seorang yang rasis, seksis, misoginis, dan Islamofobia. Pernyataan ini merupakan reaksi atas pidato Trump di PBB, New York beberapa waktu lalu.
Berbicara di hadapan Majelis Umum PBB, Trump mengatakan bahwa London memiliki wali kota yang sangat buruk, dan kini telah berubah, sungguh telah berubah. Bahkan Trump menyebutkan, Inggris ingin menerapkan hukum Syariah.
Komentar yang menuai kontroversi itu pun dijawab Sadiq Khan kepada BBC London. Ia mengatakan, "Orang-orang bertanya-tanya apa yang terjadi pada wali kota Muslim ini yang memimpin kota yang liberal, multikultural, progresif, dan sukses, yang berarti saya seolah hidup tanpa beban di dalam kepala Donald Trump."
"Saya pikir Presiden Trump telah menunjukkan bahwa ia rasis, seksis, misoginis, dan Islamofobia," tegasnya.
Baca juga: Tanpa Bukti, Donald Trump Klaim Tylenol Obat Pereda Nyeri Ada Hubungannya dengan Autisme
Sementara menanggapi Presiden Amerika itu yang menyebutnya "wali kota yang buruk", Sadiq Khan menjawab secara implisit bahwa ia bersyukur karena memiliki rekor jumlah orang Amerika yang datang ke London.
"Berbagai kriteria menunjukkan London seringkali menjadi kota nomor satu di dunia dalam hal budaya," jelasnya.
Berbicara di hadapan Majelis Umum PBB, Trump mengatakan bahwa London memiliki wali kota yang sangat buruk, dan kini telah berubah, sungguh telah berubah. Bahkan Trump menyebutkan, Inggris ingin menerapkan hukum Syariah.
Komentar yang menuai kontroversi itu pun dijawab Sadiq Khan kepada BBC London. Ia mengatakan, "Orang-orang bertanya-tanya apa yang terjadi pada wali kota Muslim ini yang memimpin kota yang liberal, multikultural, progresif, dan sukses, yang berarti saya seolah hidup tanpa beban di dalam kepala Donald Trump."
"Saya pikir Presiden Trump telah menunjukkan bahwa ia rasis, seksis, misoginis, dan Islamofobia," tegasnya.
Baca juga: Tanpa Bukti, Donald Trump Klaim Tylenol Obat Pereda Nyeri Ada Hubungannya dengan Autisme
Sementara menanggapi Presiden Amerika itu yang menyebutnya "wali kota yang buruk", Sadiq Khan menjawab secara implisit bahwa ia bersyukur karena memiliki rekor jumlah orang Amerika yang datang ke London.
"Berbagai kriteria menunjukkan London seringkali menjadi kota nomor satu di dunia dalam hal budaya," jelasnya.