Arab Saudi Tegaskan Pentingnya Solusi Adil dan Permanen untuk Palestina
Tim langit 7
Senin, 29 September 2025 - 09:34 WIB
Arab Saudi Tegaskan Pentingnya Solusi Adil dan Permanen untuk Palestina
LANGIT7.ID-Jakarta;Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menegaskan di hadapan PBB bahwa sudah saatnya dunia menemukan solusi yang adil dan permanen untuk perjuangan rakyat Palestina. Hal ini ia sampaikan dalam pidatonya pada Sidang Majelis Umum PBB ke-80.
Pangeran Faisal menyoroti bahwa selama masalah Palestina ditangani di luar kerangka hukum internasional, kekerasan akan terus berlanjut. Ia juga mengingatkan bahwa kegagalan komunitas internasional mengambil langkah tegas untuk menghentikan agresi Israel hanya akan semakin mengacaukan stabilitas kawasan maupun dunia. Menurutnya, hal ini berpotensi memicu dampak serius, termasuk meningkatnya kejahatan perang dan genosida.
Selain isu Palestina, Pangeran Faisal juga menekankan pentingnya menjaga kawasan Timur Tengah bebas dari senjata pemusnah massal, melindungi keamanan pelayaran di Laut Merah, Teluk Aden, dan selat-selat penting, serta memperkuat upaya memerangi terorisme hingga menutup semua sumber pendanaannya. Ia juga memberi peringatan soal bahaya penggunaan militer dari kecerdasan buatan (AI) dan senjata otonom, serta mendorong lahirnya aturan internasional untuk mengawasi hal tersebut.
Visi 2030 dan Komitmen Lingkungan
Dalam pidatonya, Pangeran Faisal turut menyinggung jalur pembangunan jangka panjang Arab Saudi melalui Vision 2030. Ia menekankan pencapaian besar dalam pemberdayaan pemuda dan perempuan, memajukan nilai toleransi, serta memperluas komunikasi dan kerja sama internasional.
Saudi Arabia juga mempelopori berbagai inisiatif untuk melawan perubahan iklim, penggurunan, dan kekeringan, seperti Saudi Green Initiative dan Middle East Green Initiative. Tak hanya itu, Riyadh baru saja mendirikan Global Water Organization yang berbasis di ibu kota sebagai bukti komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Tujuannya adalah menyeimbangkan antara pembangunan ekonomi dengan upaya melindungi iklim global.
Pangeran Faisal menyoroti bahwa selama masalah Palestina ditangani di luar kerangka hukum internasional, kekerasan akan terus berlanjut. Ia juga mengingatkan bahwa kegagalan komunitas internasional mengambil langkah tegas untuk menghentikan agresi Israel hanya akan semakin mengacaukan stabilitas kawasan maupun dunia. Menurutnya, hal ini berpotensi memicu dampak serius, termasuk meningkatnya kejahatan perang dan genosida.
Selain isu Palestina, Pangeran Faisal juga menekankan pentingnya menjaga kawasan Timur Tengah bebas dari senjata pemusnah massal, melindungi keamanan pelayaran di Laut Merah, Teluk Aden, dan selat-selat penting, serta memperkuat upaya memerangi terorisme hingga menutup semua sumber pendanaannya. Ia juga memberi peringatan soal bahaya penggunaan militer dari kecerdasan buatan (AI) dan senjata otonom, serta mendorong lahirnya aturan internasional untuk mengawasi hal tersebut.
Visi 2030 dan Komitmen Lingkungan
Dalam pidatonya, Pangeran Faisal turut menyinggung jalur pembangunan jangka panjang Arab Saudi melalui Vision 2030. Ia menekankan pencapaian besar dalam pemberdayaan pemuda dan perempuan, memajukan nilai toleransi, serta memperluas komunikasi dan kerja sama internasional.
Saudi Arabia juga mempelopori berbagai inisiatif untuk melawan perubahan iklim, penggurunan, dan kekeringan, seperti Saudi Green Initiative dan Middle East Green Initiative. Tak hanya itu, Riyadh baru saja mendirikan Global Water Organization yang berbasis di ibu kota sebagai bukti komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Tujuannya adalah menyeimbangkan antara pembangunan ekonomi dengan upaya melindungi iklim global.
(lam)