Aksi Demo Serentak di Seluruh Eropa, Menuntut Israel Segera Hentikan Genosida di Gaza
Lusi mahgriefie
Senin, 06 Oktober 2025 - 08:03 WIB
Salah satu demo solidaritas Gaza di Barcelona, Spanyol (4/10). Sumber: AlJazeera
Ratusan ribu orang telah turun ke jalan di seluruh Eropa. Mereka menuntut diakhirinya perang Israel selama dua tahun di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina dan membuat wilayah kantong itu berada diambang kelaparan.
Protes terbesar terjadi di Belanda, di mana sekira 250.000 orang memadati Museum Square Amsterdam pada hari Minggu (5/10), sebelum berbaris melalui pusat kota. Mengenakan bendera Palestina dan berpakaian merah, para demonstran menuntut agar pemerintah mereka mengambil sikap lebih tegas terhadap Israel dan menghentikan ekspor senjata ke Israel.
"Pertumpahan darah harus dihentikan, dan sayangnya kami harus berdiri di sini karena pemerintahan kami sangat lemah dan tidak berani menarik garis merah. Itulah sebabnya kami di sini, dengan harapan ini akan membantu," kata pengunjuk rasa Marieke van Zijl, Associated Press melaporkan, melansir Al Jazeera, Senin (6/10/2025).
Protes tersebut terjadi kurang dari sebulan sebelum pemilihan umum nasional, menambah tekanan pada para pemimpin Belanda yang telah lama mendukung Israel. Menteri Luar Negeri David van Weel mengatakan pada hari Jumat bahwa "tidak mungkin" pemerintah akan menyetujui ekspor suku cadang jet tempur F-35 ke Israel di tengah meningkatnya kemarahan publik.
Baca juga:Hamas Setujui Proposal Damai AS, Trump: Israel Harus Setop Bom Gaza
Amnesty International, salah satu penyelenggara protes, mendesak pemerintah Eropa untuk bertindak tegas. "Segala cara ekonomi dan diplomatik harus digunakan untuk meningkatkan tekanan terhadap Israel," kata juru bicara Marjon Rozema.
(Demo solidaritas Gaza di Turki pada 4 oktober)
Protes terbesar terjadi di Belanda, di mana sekira 250.000 orang memadati Museum Square Amsterdam pada hari Minggu (5/10), sebelum berbaris melalui pusat kota. Mengenakan bendera Palestina dan berpakaian merah, para demonstran menuntut agar pemerintah mereka mengambil sikap lebih tegas terhadap Israel dan menghentikan ekspor senjata ke Israel.
"Pertumpahan darah harus dihentikan, dan sayangnya kami harus berdiri di sini karena pemerintahan kami sangat lemah dan tidak berani menarik garis merah. Itulah sebabnya kami di sini, dengan harapan ini akan membantu," kata pengunjuk rasa Marieke van Zijl, Associated Press melaporkan, melansir Al Jazeera, Senin (6/10/2025).
Protes tersebut terjadi kurang dari sebulan sebelum pemilihan umum nasional, menambah tekanan pada para pemimpin Belanda yang telah lama mendukung Israel. Menteri Luar Negeri David van Weel mengatakan pada hari Jumat bahwa "tidak mungkin" pemerintah akan menyetujui ekspor suku cadang jet tempur F-35 ke Israel di tengah meningkatnya kemarahan publik.
Baca juga:Hamas Setujui Proposal Damai AS, Trump: Israel Harus Setop Bom Gaza
Amnesty International, salah satu penyelenggara protes, mendesak pemerintah Eropa untuk bertindak tegas. "Segala cara ekonomi dan diplomatik harus digunakan untuk meningkatkan tekanan terhadap Israel," kata juru bicara Marjon Rozema.
(Demo solidaritas Gaza di Turki pada 4 oktober)