home masjid

Jejak Panjang Syekh Yusuf: Ulama Pengembara, Pejuang Pengasingan

Senin, 06 Oktober 2025 - 17:00 WIB
Menempuh jalan dari Gowa, Banten, hingga Cape Town, Syekh Yusuf menganyam ilmu, tarekat, dan perlawanan. Warisannya membuktikan: spiritualitas bisa menjadi senjata melawan kolonialisme. ILustrasi: AI
LANGIT7.ID-Di tengah pergolakan abad ke-17, dari pelabuhan Banten hingga tanah Gowa, nama Syekh Yusuf al-Maqassari bergaung sebagai ulama, pejuang, sekaligus penghubung dunia Islam Nusantara dengan pusat-pusat keilmuan Timur Tengah. Ia lahir di Gowa, Sulawesi Selatan, pada 1627, sebuah kerajaan yang baru memeluk Islam beberapa dekade sebelumnya.

Pada September 1644, Yusuf muda meninggalkan tanah air menuju Arabia. Perjalanan panjang itu membawanya singgah di Banten, di mana ia bersahabat dengan putra mahkota yang kelak menjadi Sultan Ageng Tirtayasa. Ia juga singgah di Aceh—pusat intelektual Islam di ujung barat Nusantara—mungkin termasuk di antara mereka yang menyesali kepergian ulama besar Nuruddin al-Raniri dari istana.

Seperti ditulis Michael Laffan dalam The Makings of Indonesian Islam (2011), Yusuf menempuh pendidikan bertahun-tahun di berbagai kota di Timur Tengah. Di Kairo, ia menyalin karya sufi besar Mawlana Jami (w. 1492) di bawah bimbingan Ibrahim al-Kurani, guru besar Madinah yang juga membimbing Abd al-Ra’uf al-Sinkili. Yusuf sempat bergabung dengan tarekat Naqsyabandiyyah, sebelum akhirnya memilih jalan Khalwatiyyah dan dibaiat di Damaskus oleh Ayyub al-Khalwati (1586–1661).

Baca juga: Gus Muwafiq: NU Konsisten dengan Islam Nusantara Meski Dituding Aneh Aneh

Dari Murid ke Pemimpin Perlawanan

Ketika kembali ke Nusantara pada akhir 1660-an, Yusuf bukan lagi pelajar, melainkan ulama besar. Ia disambut di Banten oleh sahabat lamanya, Sultan Ageng Tirtayasa, yang saat itu berkuasa (1651–1683). Yusuf menikah dengan keluarga kerajaan dan menjalin korespondensi dengan elite Gowa.

Hubungan itu bukan sekadar persaudaraan spiritual. Ketika pasukan Belanda dan Bugis menggempur Gowa pada 1669, banyak orang Makassar mengungsi ke Banten, tempat Syekh Yusuf menjadi pelindung dan guru.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya