Qatar dan Turki Turun Tangan, Trump Pimpin Upaya Akhiri Perang Gaza
Tim langit 7
Rabu, 08 Oktober 2025 - 15:59 WIB
Qatar dan Turki Turun Tangan, Trump Pimpin Upaya Akhiri Perang Gaza
LANGIT7.ID–Jakarta;Qatar dan Turki akan bergabung dengan Hamas dan Israel dalam pembicaraan hari ketiga di Mesir pada Rabu, dengan tujuan mencari jalan untuk mengakhiri perang di Gaza.
Negosiasi tidak langsung antara Israel dan Hamas itu berlangsung di kota resor Laut Merah, Sharm El-Sheikh, berdasarkan rencana 20 poin yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump bulan lalu.
“Ada peluang nyata bahwa kita bisa melakukan sesuatu,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa. Ia menambahkan bahwa tim negosiator AS juga terlibat langsung dalam perundingan tersebut.
“Saya pikir ada kemungkinan kita bisa mencapai perdamaian di Timur Tengah. Ini sesuatu yang bahkan melampaui situasi di Gaza. Kami ingin semua sandera segera dibebaskan,” ujarnya.
Trump menegaskan, Amerika Serikat akan melakukan “segala cara agar semua pihak mematuhi kesepakatan” jika Hamas dan Israel benar-benar sepakat melakukan gencatan senjata.
Pembicaraan ini berlangsung bertepatan dengan peringatan dua tahun serangan Hamas pada 7 Oktober yang menjadi pemicu perang Gaza.
Pada akhir festival Yahudi Sukkot, militan yang dipimpin Hamas melancarkan serangan paling mematikan dalam sejarah Israel, yang memicu serangan balasan besar-besaran di Gaza.
Negosiasi tidak langsung antara Israel dan Hamas itu berlangsung di kota resor Laut Merah, Sharm El-Sheikh, berdasarkan rencana 20 poin yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump bulan lalu.
“Ada peluang nyata bahwa kita bisa melakukan sesuatu,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa. Ia menambahkan bahwa tim negosiator AS juga terlibat langsung dalam perundingan tersebut.
“Saya pikir ada kemungkinan kita bisa mencapai perdamaian di Timur Tengah. Ini sesuatu yang bahkan melampaui situasi di Gaza. Kami ingin semua sandera segera dibebaskan,” ujarnya.
Trump menegaskan, Amerika Serikat akan melakukan “segala cara agar semua pihak mematuhi kesepakatan” jika Hamas dan Israel benar-benar sepakat melakukan gencatan senjata.
Pembicaraan ini berlangsung bertepatan dengan peringatan dua tahun serangan Hamas pada 7 Oktober yang menjadi pemicu perang Gaza.
Pada akhir festival Yahudi Sukkot, militan yang dipimpin Hamas melancarkan serangan paling mematikan dalam sejarah Israel, yang memicu serangan balasan besar-besaran di Gaza.