Kader Aisyiyah Jadi Garda Terdepan PHBS: Mendidik Masyarakat Urban untuk Hidup Sehat dan Mandiri
Tim langit 7
Rabu, 15 Oktober 2025 - 09:09 WIB
Kader Aisyiyah Jadi Garda Terdepan PHBS: Mendidik Masyarakat Urban untuk Hidup Sehat dan Mandiri
LANGIT7.ID–Jakarta; Peran kader Aisyiyah dalam mendampingi masyarakat menjadi ujung tombak gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Melalui pendekatan yang berkelanjutan, mereka memastikan nilai-nilai kesehatan dapat diterapkan di tingkat keluarga dan lingkungan sekitar.
Majelis Kesehatan PDA Kab. Bogor Marlia Elsinarti, menjelaskan bahwa Aisyiyah memiliki komitmen untuk memperkuat gerakan kesehatan melalui Gerakan Aisyiyah Sehat (GRASS) yang dilaksanakan secara terpadu dari tingkat pusat hingga ranting. “Yang namanya gerakan itu harus bersama, serentak. Gerakan Aisyiyah Sehat ini bukan hanya untuk warga Muhammadiyah dan Aisyiyah saja, tetapi kepada seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya dalam acara Kajian Kesehatan Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dan Peranan Aisyiyah dalama menggerakan PHBS Keluarga bersama Enzim yang digelar di Aula UMCI, Selasa (14/10/2025).
Marlia menambahkan, penerapan PHBS menjadi dasar penting dalam mencegah berbagai masalah kesehatan yang kini banyak dihadapi masyarakat perkotaan. PHBS tak hanya sebatas mencuci tangan, tetapi mencakup perilaku kesehatan yang lebih luas seperti persalinan oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif, pemeriksaan posyandu, serta konsumsi buah dan sayur setiap hari. “Kita berupaya menjaga kesehatan dengan cara promotif dan preventif. Jangan sampai BPJS kelas VIP-nya kepakai,” kata dia.
Baca juga: Rahasia Tubuh yang Sering Diabaikan, Enzim: Air Ludah Adalah Pelindung Alami Mulut
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi kesehatan di kawasan urban yang masih dihadapkan pada persoalan sanitasi dan kesenjangan sosial. Marlia menggambarkan banyak warga yang tinggal di daerah padat penduduk dengan keterbatasan akses air bersih. “Kesenjangan sosial itu sangat terlihat. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Tapi bukan berarti miskin itu penyakitan. Kalau kita berperilaku hidup bersih dan sehat, tidak akan sakit. Miskin boleh, tapi harus sehat,” ujarnya.
Baca juga:Rektor UM Cileungsi: Jaga Kesehatan Jasmani dan Rohani, Itulah Bentuk Syukur kepada Allah
Dalam upaya menghadapi kondisi tersebut, kader Aisyiyah dituntut untuk menjadi pendamping yang aktif di masyarakat. “Kita memastikan bahwa masyarakat, keluarga, dan individu tahu, mau, dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
Majelis Kesehatan PDA Kab. Bogor Marlia Elsinarti, menjelaskan bahwa Aisyiyah memiliki komitmen untuk memperkuat gerakan kesehatan melalui Gerakan Aisyiyah Sehat (GRASS) yang dilaksanakan secara terpadu dari tingkat pusat hingga ranting. “Yang namanya gerakan itu harus bersama, serentak. Gerakan Aisyiyah Sehat ini bukan hanya untuk warga Muhammadiyah dan Aisyiyah saja, tetapi kepada seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya dalam acara Kajian Kesehatan Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dan Peranan Aisyiyah dalama menggerakan PHBS Keluarga bersama Enzim yang digelar di Aula UMCI, Selasa (14/10/2025).
Marlia menambahkan, penerapan PHBS menjadi dasar penting dalam mencegah berbagai masalah kesehatan yang kini banyak dihadapi masyarakat perkotaan. PHBS tak hanya sebatas mencuci tangan, tetapi mencakup perilaku kesehatan yang lebih luas seperti persalinan oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif, pemeriksaan posyandu, serta konsumsi buah dan sayur setiap hari. “Kita berupaya menjaga kesehatan dengan cara promotif dan preventif. Jangan sampai BPJS kelas VIP-nya kepakai,” kata dia.
Baca juga: Rahasia Tubuh yang Sering Diabaikan, Enzim: Air Ludah Adalah Pelindung Alami Mulut
Ia juga menyoroti pentingnya edukasi kesehatan di kawasan urban yang masih dihadapkan pada persoalan sanitasi dan kesenjangan sosial. Marlia menggambarkan banyak warga yang tinggal di daerah padat penduduk dengan keterbatasan akses air bersih. “Kesenjangan sosial itu sangat terlihat. Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Tapi bukan berarti miskin itu penyakitan. Kalau kita berperilaku hidup bersih dan sehat, tidak akan sakit. Miskin boleh, tapi harus sehat,” ujarnya.
Baca juga:Rektor UM Cileungsi: Jaga Kesehatan Jasmani dan Rohani, Itulah Bentuk Syukur kepada Allah
Dalam upaya menghadapi kondisi tersebut, kader Aisyiyah dituntut untuk menjadi pendamping yang aktif di masyarakat. “Kita memastikan bahwa masyarakat, keluarga, dan individu tahu, mau, dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.