LANGIT7.ID–Jakarta; Dokter gigi Nini Nadya mengungkapkan bahwa salah satu rahasia penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut justru terletak pada hal yang paling sederhana, yakni air ludah (saliva). Ia menyebut air ludah sebagai pelindung alamiah yang memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan kuman di dalam rongga mulut.
“Air ludah kita disebut sebagai pelindung alamiah karena di dalam air ludah kita itu ada suatu sistem pertahanan alamiah yang dinamakan dengan sistem laktoperoksidase yang berfungsi sebagai bakteriostatik,” ujar drg. Nini Nadya dalam acara Kajian Kesehatan Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut dan Peranan Aisyiyah dalama menggerakan PHBS Keluarga bersama Enzim yang digelar di Aula UMCI, Selasa (14/10/2025).
Acara ini turut menggandeng Langit7.id sebagai media partner, yang ikut berperan dalam menyebarluaskan pesan penting seputar pola hidup bersih dan sehat, terutama terkait kesehatan gigi dan mulut di lingkungan keluarga.
Baca juga: Rektor UM Cileungsi: Jaga Kesehatan Jasmani dan Rohani, Itulah Bentuk Syukur kepada AllahMenurutnya, sistem alami tersebut membuat kuman di mulut selalu berada dalam kondisi seimbang — tidak bertambah maupun berkurang secara berlebihan. Hal inilah yang menjelaskan mengapa manusia purba memiliki gigi yang masih utuh dan kuat, meskipun hidup di zaman tanpa dokter gigi maupun pasta gigi modern.
Penelitian yang dikutip oleh drg. Nini menunjukkan bahwa 98 persen manusia modern pernah mengalami penyakit gigi dan mulut, sementara fosil manusia purba justru memiliki struktur gigi yang sehat dan tidak berlubang. “Manusia purba punya pelindung alamiah, yaitu air ludah. Bedanya dengan kita, mutu atau kualitas air ludah mereka belum dirusak,” jelasnya.
![Rahasia Tubuh yang Sering Diabaikan, Enzim: Air Ludah Adalah Pelindung Alami Mulut!]()
Ia menuturkan, air ludah mengandung 40 hingga 50 jenis protein, di mana tiga di antaranya — laktoperoksidase, lisozim, dan laktoferin — memiliki fungsi khusus untuk melawan mikroorganisme berbahaya. Selain itu, air ludah juga membantu mencerna makanan, melumasi rongga mulut, serta mempercepat penyembuhan luka.
Baca juga: Cegah Penyakit, Raih Ridha Allah, Enzim Ajak Ibu-Ibu Terapkan PHBS di RumahContohnya, kata drg. Nini, saat seseorang tidak sengaja melukai jari dengan pisau dapur, spontanitas manusia sering kali memasukkan jari ke mulut. “Darahnya keluar lagi tidak? Tidak. Besoknya kita lihat tangan kita bengkak enggak sih? Tidak, dia akan sembuh dengan sendirinya. Itu adalah salah satu contoh fungsi dari air ludah kita,” tuturnya.
Namun ia menegaskan, mutu air ludah dapat menurun akibat gaya hidup modern, seperti konsumsi makanan dengan bahan kimia, penggunaan odol yang mengandung deterjen, dan kebiasaan memakai obat kumur antiseptik setiap hari. Jika mutu air ludah rusak, kemampuan tubuh mengendalikan kuman juga akan menurun, sehingga risiko penyakit gigi dan mulut meningkat.
Melalui edukasi ini, drg. Nini mengajak masyarakat untuk lebih menghargai peran air ludah dalam sistem pertahanan tubuh. Menurutnya, menjaga keseimbangan alami mulut sama pentingnya dengan rajin menyikat gigi.
(lam)