Perwakilan Trans7 Sambangi Ponpes Lirboyo untuk Meminta Maaf
Lusi mahgriefie
Kamis, 16 Oktober 2025 - 10:43 WIB
Foto: ist
Polemik yang terjadi antara Pondok Pesantren Lirboyo dengan manajemen stasiun Trans7 masih bergulir. Tadi malam, perwakilan Trans7 mendatangi Pondok Pesantren Lirboyo di Kota Kediri, Jawa Timur untuk meminta maaf.
Permintaan maaf diajukan usai ditayangkannya sebuah video yang dinilai membuat sakit hati para santri dan ulama.
"Kami kedatangan tamu Bapak Andi Chairil (Direktur Program Trans7) ditemani oleh Prof Muh Nuh. Pertemuan ini adalah silaturahim. Dalam acara tadi dari Trans Corp dan Trans7 menyampaikan klarifikasi," kata Pengasuh Pesantren Lirboyo Kota Kediri K.H. Oing Abdul Muid di Kediri, dikutip dari Antara, Kamis (16/10/2025).
Ia mengatakan, dirinya dalam hal ini akan melaporkan ke masyayikh. Dari manajemen meminta maaf terkait dengan isi konten. Namun, karena di dalamnya ada masyayikh Lirboyo Kediri, maka yang berhak untuk menjawab adalah Romo K.H. Muhammad Anwar Manshur.
Pihak Pondok Pesantren menyayangkan tindakan manajemen Trans7, dimana seharusnya yang datang adalah pendiri perusahaan yakni Chairul Tanjung untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Namun dari manajemen hanya bisa menjanjikan dalam waktu secepatnya Chairul Tanjung akan sowan.
Baca juga:Trans7 Singgung Ponpes Lirboyo, MUI: Tidak Profesional dan Tendensius
"Mengenai permintaan maaf disampaikan bahwa dalam waktu secepatnya Bapak Chairul Tanjung akan sowan sendiri. Dan kami tidak memiliki kapasitas karena bukan 'shohibul bait' (pemilik rumah)," kata dia.
Permintaan maaf diajukan usai ditayangkannya sebuah video yang dinilai membuat sakit hati para santri dan ulama.
"Kami kedatangan tamu Bapak Andi Chairil (Direktur Program Trans7) ditemani oleh Prof Muh Nuh. Pertemuan ini adalah silaturahim. Dalam acara tadi dari Trans Corp dan Trans7 menyampaikan klarifikasi," kata Pengasuh Pesantren Lirboyo Kota Kediri K.H. Oing Abdul Muid di Kediri, dikutip dari Antara, Kamis (16/10/2025).
Ia mengatakan, dirinya dalam hal ini akan melaporkan ke masyayikh. Dari manajemen meminta maaf terkait dengan isi konten. Namun, karena di dalamnya ada masyayikh Lirboyo Kediri, maka yang berhak untuk menjawab adalah Romo K.H. Muhammad Anwar Manshur.
Pihak Pondok Pesantren menyayangkan tindakan manajemen Trans7, dimana seharusnya yang datang adalah pendiri perusahaan yakni Chairul Tanjung untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Namun dari manajemen hanya bisa menjanjikan dalam waktu secepatnya Chairul Tanjung akan sowan.
Baca juga:Trans7 Singgung Ponpes Lirboyo, MUI: Tidak Profesional dan Tendensius
"Mengenai permintaan maaf disampaikan bahwa dalam waktu secepatnya Bapak Chairul Tanjung akan sowan sendiri. Dan kami tidak memiliki kapasitas karena bukan 'shohibul bait' (pemilik rumah)," kata dia.