Presiden Prabowo Pamer Dampak Ekonomi Program Makan Bergizi Gratis, Dapat Sorotan Forbes di Forum CEO Dunia
Tim langit 7
Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:11 WIB
Presiden Prabowo Pamer Dampak Ekonomi Program Makan Bergizi Gratis, Dapat Sorotan Forbes di Forum CEO Dunia
LANGIT7.ID-Jakarta;Sorotan dunia bisnis internasional mengarah ke Indonesia setelah Presiden Prabowo Subianto memaparkan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di ajang Forbes Global CEO Conference 2025 yang berlangsung di St. Regis Jakarta, Rabu (15/10/2025). Di forum yang dihadiri para pemimpin global itu, Indonesia dinilai berhasil mengubah kebijakan sosial menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat.
Chairman Forbes Media, Steve Forbes, bahkan memberikan pengakuan terbuka terhadap skala dan efektivitas program tersebut. “Saat ini, Prabowo memberi makan setiap hari jumlah penduduk yang setara dengan tujuh Singapura,” ucap Steve di hadapan ratusan eksekutif dunia.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan gizi, melainkan fondasi bagi pemerataan ekonomi nasional. Ia menyebut jangkauannya kini mencapai puluhan juta warga dari berbagai daerah. “Sampai beberapa jam yang lalu, kami sudah memiliki 11.900 dapur. Dan hari ini kami memberi makan 35,4 juta orang. Ya, dan itu setara dengan tujuh Singapura,” kata Prabowo.
Presiden mengungkapkan, gagasan tersebut lahir dari pengalamannya berinteraksi langsung dengan masyarakat di pelosok. Ia menyaksikan betapa seriusnya masalah kekurangan gizi di berbagai desa. “Setiap kali saya datang ke desa, saya melihat anak-anak kecil menyambut saya. Saya tanya umur mereka, dan sering kali saya terkejut. Anak laki-laki yang saya kira berusia empat tahun ternyata sepuluh tahun. Anak perempuan yang saya kira lima tahun ternyata sebelas tahun. Saya melihat langsung stunting, kekurangan gizi, dan kemiskinan,” ujarnya.
Dalam forum yang sama, Prabowo menekankan bahwa kualitas dan keamanan pangan menjadi prioritas utama. Ia memastikan seluruh dapur MBG diawasi secara ketat dengan standar kebersihan tinggi. “Bahkan satu pun kejadian tidak bisa diterima. Kami bertekad untuk membuatnya sedekat mungkin dengan nol kesalahan,” tegasnya.
Lebih jauh, Presiden memaparkan bahwa MBG turut menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan petani dan pelaku usaha kecil di sekitar dapur produksi. “Satu dapur akan membutuhkan 3.000 butir telur setiap dua atau tiga hari, 3.000 mentimun, 3.000 wortel, 3.000 tomat, 3.000 potong ayam, dan sebagainya. Jadi para petani lokal menyadari bahwa mereka memiliki jaminan pembayaran untuk hasil mereka,” ungkapnya.
Prabowo juga membagikan pandangan lembaga internasional terhadap dampak ekonomi program tersebut. “Saya menerima kunjungan dari delegasi Rockefeller Institute. Mereka mengatakan kepada saya, dari pengalaman mereka di banyak negara di dunia dengan program yang sama, mereka menemukan bahwa setiap 1 dolar yang dikeluarkan dalam program makan gratis, pengembalian dari satu dolar itu berada di antara 5 sampai 37 dolar. Ini luar biasa. Ini sangat besar dampaknya. Hal ini benar-benar membuat saya semakin bersemangat,” jelasnya.
Chairman Forbes Media, Steve Forbes, bahkan memberikan pengakuan terbuka terhadap skala dan efektivitas program tersebut. “Saat ini, Prabowo memberi makan setiap hari jumlah penduduk yang setara dengan tujuh Singapura,” ucap Steve di hadapan ratusan eksekutif dunia.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program bantuan gizi, melainkan fondasi bagi pemerataan ekonomi nasional. Ia menyebut jangkauannya kini mencapai puluhan juta warga dari berbagai daerah. “Sampai beberapa jam yang lalu, kami sudah memiliki 11.900 dapur. Dan hari ini kami memberi makan 35,4 juta orang. Ya, dan itu setara dengan tujuh Singapura,” kata Prabowo.
Presiden mengungkapkan, gagasan tersebut lahir dari pengalamannya berinteraksi langsung dengan masyarakat di pelosok. Ia menyaksikan betapa seriusnya masalah kekurangan gizi di berbagai desa. “Setiap kali saya datang ke desa, saya melihat anak-anak kecil menyambut saya. Saya tanya umur mereka, dan sering kali saya terkejut. Anak laki-laki yang saya kira berusia empat tahun ternyata sepuluh tahun. Anak perempuan yang saya kira lima tahun ternyata sebelas tahun. Saya melihat langsung stunting, kekurangan gizi, dan kemiskinan,” ujarnya.
Dalam forum yang sama, Prabowo menekankan bahwa kualitas dan keamanan pangan menjadi prioritas utama. Ia memastikan seluruh dapur MBG diawasi secara ketat dengan standar kebersihan tinggi. “Bahkan satu pun kejadian tidak bisa diterima. Kami bertekad untuk membuatnya sedekat mungkin dengan nol kesalahan,” tegasnya.
Lebih jauh, Presiden memaparkan bahwa MBG turut menggerakkan ekonomi lokal dengan melibatkan petani dan pelaku usaha kecil di sekitar dapur produksi. “Satu dapur akan membutuhkan 3.000 butir telur setiap dua atau tiga hari, 3.000 mentimun, 3.000 wortel, 3.000 tomat, 3.000 potong ayam, dan sebagainya. Jadi para petani lokal menyadari bahwa mereka memiliki jaminan pembayaran untuk hasil mereka,” ungkapnya.
Prabowo juga membagikan pandangan lembaga internasional terhadap dampak ekonomi program tersebut. “Saya menerima kunjungan dari delegasi Rockefeller Institute. Mereka mengatakan kepada saya, dari pengalaman mereka di banyak negara di dunia dengan program yang sama, mereka menemukan bahwa setiap 1 dolar yang dikeluarkan dalam program makan gratis, pengembalian dari satu dolar itu berada di antara 5 sampai 37 dolar. Ini luar biasa. Ini sangat besar dampaknya. Hal ini benar-benar membuat saya semakin bersemangat,” jelasnya.