Pesantren Bukan Bahan Lelucon, Menag Nasaruddin Beri Peringatan Keras
Tim langit 7
Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:34 WIB
Pesantren Bukan Bahan Lelucon, Menag Nasaruddin Beri Peringatan Keras
LANGIT7.ID-Jakarta;Isu seputar citra pesantren kembali menjadi sorotan publik setelah munculnya tayangan televisi yang dianggap menyinggung kehidupan santri. Menyikapi hal itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya menjaga martabat dunia pesantren agar tidak ternodai oleh narasi yang menstigma para santri dan lembaga pendidikan keagamaan.
Menurut Nasaruddin, pesantren telah lama menjadi benteng moral dan penjaga nilai kemanusiaan bangsa. Ia menyebut lembaga ini bukan sekadar tempat menimba ilmu agama, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan etika sosial. Dalam sejarah panjang Indonesia, pesantren berperan besar dalam melahirkan generasi ulama serta pemimpin bangsa yang berakhlak.
Di tengah meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pesantren, Nasaruddin menyampaikan keprihatinannya terhadap tayangan salah satu program televisi yang dinilai melecehkan nilai-nilai kesantunan dan penghormatan terhadap kiai. Tayangan tersebut menuai kecaman dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat dan komunitas pesantren.
“Nilai kesantunan yang tumbuh di pesantren melahirkan rakyat yang santun dan pemimpin yang berwibawa. Itulah warisan budaya luhur yang harus kita jaga,” ujar Nasaruddin dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (16/10/2025).
Menag berharap, peristiwa ini menjadi pelajaran bersama bagi semua pihak. Ia menekankan bahwa budaya pesantren selalu menanamkan nilai pemaafan dan penghormatan kepada sesama manusia. Menurutnya, sikap tersebut menjadi cerminan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin dan harus terus diwariskan kepada generasi muda.
Nasaruddin juga menggarisbawahi bahwa kini semakin banyak orang tua yang mempercayakan pendidikan anaknya di pesantren. Alasannya, sistem pendidikan pesantren dinilai mampu membentuk disiplin, kesantunan, dan rasa hormat terhadap guru—nilai-nilai yang kian dibutuhkan di tengah tantangan moral masyarakat modern.
Bagi Nasaruddin, menjaga marwah pesantren bukan hanya tanggung jawab para santri atau pengasuhnya, melainkan juga seluruh masyarakat. Ia menilai, penghormatan terhadap lembaga keagamaan berarti juga menjaga akar budaya bangsa yang telah berperan besar dalam membentuk karakter Indonesia hingga hari ini.
Menurut Nasaruddin, pesantren telah lama menjadi benteng moral dan penjaga nilai kemanusiaan bangsa. Ia menyebut lembaga ini bukan sekadar tempat menimba ilmu agama, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan etika sosial. Dalam sejarah panjang Indonesia, pesantren berperan besar dalam melahirkan generasi ulama serta pemimpin bangsa yang berakhlak.
Di tengah meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pesantren, Nasaruddin menyampaikan keprihatinannya terhadap tayangan salah satu program televisi yang dinilai melecehkan nilai-nilai kesantunan dan penghormatan terhadap kiai. Tayangan tersebut menuai kecaman dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat dan komunitas pesantren.
“Nilai kesantunan yang tumbuh di pesantren melahirkan rakyat yang santun dan pemimpin yang berwibawa. Itulah warisan budaya luhur yang harus kita jaga,” ujar Nasaruddin dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (16/10/2025).
Menag berharap, peristiwa ini menjadi pelajaran bersama bagi semua pihak. Ia menekankan bahwa budaya pesantren selalu menanamkan nilai pemaafan dan penghormatan kepada sesama manusia. Menurutnya, sikap tersebut menjadi cerminan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin dan harus terus diwariskan kepada generasi muda.
Nasaruddin juga menggarisbawahi bahwa kini semakin banyak orang tua yang mempercayakan pendidikan anaknya di pesantren. Alasannya, sistem pendidikan pesantren dinilai mampu membentuk disiplin, kesantunan, dan rasa hormat terhadap guru—nilai-nilai yang kian dibutuhkan di tengah tantangan moral masyarakat modern.
Bagi Nasaruddin, menjaga marwah pesantren bukan hanya tanggung jawab para santri atau pengasuhnya, melainkan juga seluruh masyarakat. Ia menilai, penghormatan terhadap lembaga keagamaan berarti juga menjaga akar budaya bangsa yang telah berperan besar dalam membentuk karakter Indonesia hingga hari ini.
(lam)