home global news

IMF Rilis Daftar Negara yang Paling Banyak Berutang di Tahun 2025, Siapa Peringkat Satu?

Kamis, 16 Oktober 2025 - 20:28 WIB
Sumber: aljazeera.com
Para bankir sentral dan delegasi keuangan telah berkumpul di Washington, DC pekan ini untuk menghadiri pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, yang berakhir pada hari Sabtu. Diskusi pekan ini berfokus pada tantangan ekonomi global, karena IMF memperingatkan tanda-tanda kesulitan menyusul tarif perdagangan dan proteksionisme AS.

IMF secara luas dipandang sebagai "pemberi pinjaman terakhir", yang hanya turun tangan ketika negara-negara menghadapi krisis keuangan yang parah dan tidak dapat mengakses saluran pinjaman yang lazim.

Namun, pinjamannya seringkali disertai persyaratan ketat yang dapat mengakibatkan langkah-langkah penghematan dan memperparah kesulitan sosial dan ekonomi, menjadikan pinjaman tersebut pedang bermata dua.

Apa itu IMF dan bagaimana lembaga ini mendanai dirinya sendiri?

Didirikan pada tahun 1944 selama Perang Dunia II di Konferensi Bretton Woods di New Hampshire, AS, IMF didirikan untuk membantu menstabilkan ekonomi global pascaperang. Kini berpusat di Washington, DC, IMF telah berkembang dari 44 anggota pendiri menjadi 191 anggota saat ini, dan bekerja sama erat dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi internasional lainnya untuk mendukung stabilitas keuangan global.

IMF melakukannya dengan memberikan saran kebijakan, bantuan keuangan jangka pendek, dan pengembangan kapasitas kepada negara dan lembaga.

Setiap negara dapat bergabung dengan IMF jika disetujui oleh anggota yang ada dan dengan membayar kuota berdasarkan ukuran ekonominya, dengan negara-negara kaya berkontribusi lebih banyak. Kuota ini digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi suatu negara, besarnya pinjaman yang dapat dipinjam, dan besarnya hak suara yang dimilikinya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya