home masjid

Kisah Christiaan Snouck Hurgronje Diusir dari Makkah

Kamis, 23 Oktober 2025 - 06:19 WIB
Tahun 1885, Snouck Hurgronje menanggalkan identitasnya, menyamar sebagai muslim bernama Abd al-Ghaffar di Mekah. (Ist)
LANGIT7.ID-Di awal 1885, seorang lelaki Belanda menunggang unta menuju Mekah, menyebut dirinya ‘Abd al-Ghaffar. Ia berpakaian gamis, bersorban, dan menyembunyikan nama aslinya: Christiaan Snouck Hurgronje.

Ia datang bukan untuk haji, bukan pula sekadar menuntut ilmu. Ia datang untuk menyusup—mempelajari Islam dari dalam.

Dalam suratnya kepada sahabatnya, Van der Chijs, ia menulis: “Siapa pun yang mengunjungi negeri asing untuk studi menanggalkan sebagian dari kepribadiannya. Seberapa jauh seseorang melangkah adalah urusan hati nurani.”

Kalimat itu berbunyi seperti pengakuan seorang peneliti, tapi juga seperti pembelaan mata-mata.

Menurut sejarawan Michael Laffan dalam Sejarah Islam di Nusantara, perjalanan Snouck ke Mekah bukan hasil pencarian spiritual, melainkan misi negara. Dua tahun sebelumnya, pemerintah kolonial Belanda geger oleh desas-desus “pembantaian” jamaah haji asal Hindia Belanda. Mereka ingin tahu: apa yang sebenarnya terjadi di Tanah Suci, dan sejauh mana Islam menjadi ancaman bagi kekuasaan mereka di Asia Tenggara.

Van den Berg sempat mengejek ide mengirim sarjana ke Arabia. Tapi justru Snouck, dengan ambisi dan kefasihannya dalam bahasa Arab, yang mendapat tunjangan penuh untuk menjalankan misi itu.

Sahabat dari Banten
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya