home masjid

Pemberontakan Cilegon: Bayang-Bayang Makkah di Cilegon

Jum'at, 24 Oktober 2025 - 16:30 WIB
Snouck kemudian bersekutu dengan ulama Hadramaut di Batavia, Sayyid Utsman bin Yahya, untuk menulis pamflet melawan tarekat. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Cilegon, Juli 1888. Asap mengepul dari ladang-ladang tebu yang hangus. Di antara suara takbir yang bergema, ratusan orang bersenjatakan golok dan bambu runcing menyerbu benteng Belanda di Serang. Mereka menyebutnya jihad. Pemerintah kolonial menyebutnya kegilaan.

Peristiwa itu kemudian tercatat dalam arsip kolonial sebagai “pemberontakan Cilegon” — salah satu letupan paling menggelisahkan dalam sejarah kolonial di Jawa bagian barat. Tapi bagi para pejabat Belanda, ini bukan jihad besar seperti perang Diponegoro, melainkan sekadar “bencana kecil”, hasil dari “dzikr berlebihan” yang menjerumuskan santri ke dalam histeria kolektif.

Kecemasan lama Belanda terhadap Mekah mencapai puncaknya setelah peristiwa itu. Dalam laporan resmi, para residen menuding jalur haji sebagai saluran ide berbahaya — sebuah wabah spiritual yang lahir dari koloni “Jâwah” di Tanah Suci.

Residen Surakarta menulis dengan nada waspada: “Dzikir mengantar mereka pada keadaan mabuk... hingga secara sukarela membunuh dirinya sendiri.” Ia menggambarkan pesantren sebagai sarang bagi “pemuda miskin yang terikat dalam jaringan mistik, dari seluruh bagian Jawa”.

Dari sinilah muncul pandangan bahwa Mekah bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat konspirasi Islam global. Para guru tarekat dianggap agen bawah tanah, para haji menjadi pembawa “benih-benih Arab” yang bisa tumbuh menjadi pemberontakan di Hindia.

Holle dan Bayang-Bayang Guru dari Banten

Seorang pejabat kolonial bernama K.F. Holle tampil sebagai mata tajam pemerintah di Priangan. Kepada Gubernur Jenderal, ia melaporkan seorang tokoh yang dicurigai menggerakkan keresahan di Banten: ‘Abd al-Karim, murid dari Chatib Sambas dan ulama yang telah menetap di Mekah lebih dari empat dekade.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya