home sports

Keperkasaan Alcaraz Terhenti Di Paris Dikalahkan Norrie, Rekor Kemenangan 17 Laga Beruntun Spanyol di Masters 1000 Pupus

Rabu, 29 Oktober 2025 - 07:54 WIB
Keperkasaan Alcaraz Terhenti Di Paris Dikalahkan Norrie, Rekor Kemenangan 17 Laga Beruntun Spanyol di Masters 1000 Pupus
LANGIT7.ID-Paris; Petenis kiri asal Inggris Cameron Norrie yang tahun lalu kalah di babak kualifikasi pertama, meraih kemenangan pertamanya atas pemain peringkat 1 dunia.

Petenis peringkat 31 dunia itu meraih kemenangan terbesar dalam kariernya pada hari Selasa di Rolex Paris Masters, di mana ia mengejutkan Carlos Alcaraz yang tampil di bawah standar dengan skor 4-6, 6-3, 6-4 untuk melaju ke babak ketiga di ibu kota Prancis itu.

Alcaraz tampil untuk pertama kalinya sejak memenangkan gelar kedelapannya musim ini di Tokyo akhir September, yang membuatnya memimpin perolehan gelar Tur. Namun, ia jauh dari performa terbaiknya dalam pertemuan kedelapanya melawan Norrie menurut Lexus ATP Head2Head (5-3 untuk Alcaraz). Unggulan teratas itu melakukan 54 kesalahan tidak terpaksa dan secara tidak biasa kesulitan dengan waktu dan langkah kakinya selama sebagian besar pertandingan.

Meski memenangkan set pertama, Alcaraz terus mencari level permainan yang tak kunjung datang dan ia terlibat percakapan intens dengan pelatih Juan Carlos Ferrero di pinggir lapangan setelah ia kalah di set kedua. Kekalahan ini mengakhiri rekor 17 kemenangan beruntun Alcaraz di ajang ATP Masters 1000, yang berawal sejak Miami pada bulan Maret, ketika ia juga jatuh di laga pembukanya. Petenis Spanyol itu sebelumnya mengangkat trofi di Monte-Carlo, Roma, dan Cincinnati.

"Sangat besar, sangat penting bagi saya," kata Norrie tentang arti kemenangan ini baginya. "Saya baru saja pulang dari cedera. Tahun lalu, saya kalah di babak kualifikasi pertama di sini. Saya hanya mencoba menikmati tenis saya di paruh kedua tahun ini dan saya berhasil melakukannya. Untuk meraih kemenangan seperti ini, yang terbesar dalam karier saya, kemenangan pertama saya atas pemain peringkat 1 dunia, terutama melawan pemain paling percaya diri di dunia saat ini, bersama dengan Sinner. Saya sangat senang dengan cara saya melakukannya. Saya memiliki banyak pelayah dan harus terus mendorong serta mengambil risiko lebih. Saya bisa tetap tangguh dan meraih kemenangan, jadi saya sangat puas."

Dengan kekalahan ini, yang hanya merupakan kekalahan kedelapanya musim ini, Alcaraz berpotensi kehilangan posisi puncaknya di PIF ATP Rankings minggu ini. Jika Jannik Sinner menjuarai turnamen di Paris, ia akan kembali menjadi pemain nomor 1 dunia untuk pertama kalinya sejak AS Terbuka.

Namun, dalam persaingan untuk gelar ATP Year-End No. 1 yang disajikan oleh PIF, posisi Alcaraz masih kuat. Ia saat ini memimpin PIF ATP Live Race To Turin, indikator kunci peringkat akhir tahun, dengan keunggulan 2.040 poin.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya