LANGIT7.ID-, Jakarta - - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, secara resmi membuka Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026 di Jakarta Convention Center.
Mengusung tema utama "Read Today, Lead Tomorrow", IIBF 2026 menjadi komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem literasi nasional berbasis kebudayaan sekaligus menempatkan buku sebagai duta diplomasi budaya bangsa di tingkat global.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa minat membaca buku merupakan investasi strategis dalam membentuk generasi masa depan yang berpengetahuan kritis, kreatif, dan berjiwa pemimpin. Buku bukan hanya sekadar komoditas, melainkan ruang hidup yang menyimpan khazanah budaya Nusantara.
"Buku adalah utusan yang tidak pernah lelah berjalan dari satu generasi ke generasi lain, dari satu bangsa ke bangsa lain. Melalui buku, kita memperkenalkan kearifan lokal, memperkuat jati diri, sekaligus membangun jembatan antarperadaban. Tulisan-tulisan dalam buku, baik itu sastra, sejarah, dan pengetahuan lainnya, termasuk cerita dari berbagai daerah. Hal itu yang kita harus terus diwariskan, ditafsirkan kembali, dan diperkenalkan kepada dunia," ucap Menteri Kebudayaan.
Guna merealisasikan visi tersebut, Kementerian Kebudayaan telah meluncurkan sejumlah program strategis yang mendorong pelestarian dan pemanfaatan buku dalam bidang kebudayaan, salah satunya platform strategis "Read Indonesia".
Baca juga: Hadiri Kusala Sastra Khatulistiwa 2026, Menteri Kebudayaan Dorong Kolaborasi Bersama Ekosistem Sastra IndonesiaPlatform tersebut dirancang untuk memperluas jangkauan kisah-kisah Nusantara ke pasar mancanegara sekaligus memberikan ruang luas bagi insan kreatif Indonesia untuk mendokumentasikan serta mengekspresikan karya literasi.
"Kementerian Kebudayaan sangat mendukung penguatan literasi sebagai bagian dari upaya merawat dan mengembangkan kebudayaan. Dan dukungan ini mencakup perluasan ruang bagi penulis dan karya dari berbagai daerah, penguatan kegiatan literasi berbasis komunitas, dan juga kerja sama agar karya Indonesia semakin mudah dijangkau, dikenal di tingkat internasional," jelas Menbud Fadli.
Menteri Kebudayaan turut memaparkan program Kementerian Kebudayaan yang menekankan pendekatan komprehensif dari hulu ke hilir untuk memperkuat ekosistem buku dan sastra nasional.
Menbud menjelaskan bahwa pendekatan tersebut mencakup enam pilar utama, yakni penciptaan dan generasi talenta sastra; penguatan komunitas dan festival buku; laboratorium penerjemahan bahasa asing; pengelolaan promosi dan hak cipta (intellectual property); pengembangan industri dan adaptasi media; serta perluasan akses pasar internasional.
Penyelenggaraan Indonesia International Book Fair 2026 yang diinisiasi oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober 2026. Pameran buku akbar tersebut juga menghadirkan lebih dari 70 peserta internasional dari 24 negara, serta lebih dari 50 diskusi publik dan partisipasi 200 narasumber. Tidak hanya itu, IIBF 2026 turut menyelenggarakan, festival buku anak-anak, forum Lit Connect yang mempertemukan pelaku penerbitan dan industri melalui diskusi serta workshop, dan sejumlah program kesastraan lainnya.
Dalam pembukaan Indonesia International Book Fair 2026 ini, hadir pula Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan; Staf Ahli Bidang Komunikasi Politik dan Kehumasan Kementerian Sekretariat Negara, Sari Harjanti; Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Adin Bondar; Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin; Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Arys Hilman.
Serta Chairperson IIBF 2026 Comitee, Wedha Stratesti Yudha; jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta; serta tamu kehormatan dari negara-negara sahabat. Hadir pula mendampingi Menteri Kebudayaan, di antaranya Sekretaris Jenderal, Bambang Wibawarta; Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; Inspektur Jenderal, Fryda Lucyana; Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; Staf Khusus Menteri bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis; Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; serta Direktur Promosi Kebudayaan, Wawan Yogaswara.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan Sambut Pokewayang, Akulturasi Wayang dan Pokemon di IndonesiaMenutup sambutannya, Menteri Kebudayaan menegaskan amanat Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945 untuk memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia. Melalui alokasi Dana Indonesia Raya serta kemitraan strategis bersama IKAPI dan para penerbit, Kementerian Kebudayaan berkomitmen memfasilitasi kehadiran karya-karya terbaik Indonesia di berbagai panggung festival buku internasional mendatang.
"Indonesia International Book Fair 2026 memperlihatkan bahwa literasi merupakan bagian dari diplomasi budaya. Dan hadirnya mitra dari berbagai negara sahabat di Indonesia International Book Fair 2026 menunjukkan bahwa literasi Indonesia juga semakin diperhitungkan di tingkat global," tutup Menbud Fadli
(lsi)